x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Pekerjaan Saluran Air Salahi Bestek

DPRD Madiun Temukan Tiga Proyek Dinas Pengairan Amburadul

Jumat, 28 September 2012 23:15 WIB (2 years yang lalu)Editor:
DPRD Madiun Temukan Tiga Proyek Dinas Pengairan Amburadul - Pekerjaan Saluran Air Salahi Bestek - SIDAK: Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Madiun mendatangi lokasi proyek Dinas Pengairan

SIDAK: Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Madiun mendatangi lokasi proyek Dinas Pengairan

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Pelaksanaan pekerjaan sejumlah proyek pembangunan irigasi milik Dinas Pengairan Kabuapten madiun asal-asalan dan tidak sesuai besaran teknis (bestek).

Hal ini terungkap saat sejumlah anggota Komisi D DPRD Kabupaten Madiun melakukan inspeksi mendadak di tiga lokasi proyek.

Tiga lokasi proyek tersebut adalah pembangunan dam Kaliabu di Desa kaliabu, pembanguanan saluran tersier di Desa Klecorejo dan Pembangunan talut dan penahan saluran di Desa Kaligunting, Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun.

Dalam sidaknya, dewan menemukan pengerjaan proyek yang dikerjakan secara asal-asalan dan tak sesuai Bestek.

Salah satunya, pada Proyek pembangunan DAM Kaliabu di Desa Kaliabu yang menelan anggaran sebesar Rp424 juta bantuan Pemerintah Propinsi Jawa Timur (Banprov).

“Pengerjaannya ini cukup jelek, hal ini terlihat dari campuran antara pasir dan semen yang kurang seimbang. Saat dipegang saja pasirnya mudah pecah dan tidak bisa padat. Jika pengerjaaannya diteruskan, akan sia-sia. Kalau air sungai ini meluap, bangunan ini akan kembali roboh,” ujar anggota Komisi D Eko Yuli Utomo yang berasal dari fraksi PKB, kemarin.

Menurut Eko, pengerjaan proyek seharusnya bisa dikerjakan lebih baik dan sesuai dengan Rancangan Anggaran Belanja (RAB). DPRD akan tetap mengawal pengerjaan dam Kaliabu ini. Mengingat anggaran yang dikeluarkan oleh pemerintah tidak sedikit.

“Komisi D setiap tahunnya selalu mendapatkan masukan dari masyarakat setempat yang menyatakan kalau dam Kaliabu rusak dan jebol. Kita berharap pada pelaksana proyek untuk lebih cermat dan teliti,” tandasnya.

Kepala Dinas Pengairan Anton, saat dikonfirmasi terkait temuan dewan yang dinilai asal-asalan tersebut mengatakan, pihaknya selalu mengawasi seecara rinci pekerjaan yang dilaksanakan oleh pelaksana proyek. Namun ia mengakui bahwa kualitas campuran semen dan pasir pada dam Kaliabu kurang baik.

“Kondisinya seperti itu, terlihat pengerjaan lantai dam memang kurang baik dan perlu dilakukan pembongkaran,ya dibongkar saja. Ini mengingat pengerjaan dam Kaliabu hingga sejauh ini masih terus berlanjut dan belum selesai,” ujar Anton.

Disinggung terkait kualitas material pembangun dam Kaliabu Anton menyatakan bahwa kualitas material sudah sesuai standar.

“Di sini kita menggunakan pasir Ngrao, Madiun yang memiliki kualitas pasir terbaik, kita tidak
memakai pasir lokal,” tukasnya.

Pada 2012 Dinas Pengairan Kabupaten Madiun mendapatkan bantuan Provinsi Jawa Timur senilai Rp5 miliar untuk 27 kontrak. Banprov ini diperuntukkan pengerjaan saluran tersier dan sungai yang tersebar di 15 kecamatan Kabupaten Madiun.@arso





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty