x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Polri-TNI Bentrok dengan Massa, Empat Mobil Dirusak

Tinjau PLTU Batang, 2 WNA Jepang Disandera Warga Desa

Minggu, 30 September 2012 12:12 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Tinjau PLTU Batang, 2 WNA Jepang Disandera Warga Desa - Polri-TNI Bentrok dengan Massa, Empat Mobil Dirusak - Aksi penolakan pembangunan PLTU Batang di Jawa Tengah /*ist

Aksi penolakan pembangunan PLTU Batang di Jawa Tengah /*ist

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM:  Dua orang warga Negara Jepang  dan seorang yang tengah meninjau lokasi proyek PLTU Batang, Jawa Tengah, Sabtu tengah malam (29/09) disandera ratusan warga yang menentang rencana berdirinya proyek PLTU.

Upaya pembebasan sandera berlangsung tegang dan mencekam. Petugas Polisi akhirnya dapat membebaskan ketiga sandera tersebut namun upaya sempat terjadi bentrokan sehingga mengakibatkan sejumlah polisi terluka dan empat unit mobil dirusak massa yang beringas.
Hingga Minggu (30/09) siang ini, suasana di lokasi kejadian masih sangat mencekam.

Baca juga: Caleg PKPI Jateng II siap jadi pendamping masyarakat desa dan Mahasiswa dan 9 komplotan "sadis" bersenjata digulung di Jawa Tengah

Duan orang warga Jepang yakni Tonimoto dan Sakarmoto serta seorang sopirnya disandera ratusan warga desa Ponowareng, Tulis, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Ketiga orang sanndera saat itu tengah melakukan peninjauan ke lokasi proyek PLTU yang kabarnya mega proyek dan terbesar se-Asia Tenggara itu.

Aksi penyanderaan tersebut terkait penolakan ratusan warga desa yang tergabung di lima desa kabupaten batang terhadap rencana pembangunan PLTU yang akan melakukan peresmiannya pada 06 oktober 2012 mendatang.

Upaya pembebasan sandera berlangsung tegang dan mencekam. Ratusan warga menolak untuk melepaskan ketiga sandera itu.

Upaya persuasif dan negosiasi yang ditempuh polisi tidak membuahkan hasil.

Aparat kepolisian dan TNI yang diterjunkan akhirnya melakukan tindakan tegas guna membebaskan ketiga orang sandera tersebut.
Bentrokan akhirnya tak bisa dihindari dan mengakibatkan beberapa polisi terluka dan 4 unit mobil dirusak massa, tiga diantaranya
mobil dinas Polsek Tulis dan Polres Batang.

Kapolres Batang, AKBP Toni Harsono kepada LICOM di lokasi kejadian mengatakan, tiga sandera yang berhasil dibebaskan langsung dievakuasi keluar desa.

“Kami menyayangkan sikap ketiga sandera yang tidak meminta pengawalan polisi saat sedang melakukan peninjauan. Padahal mereka sudah
mengetahui saat ini warga di lima desa menentang rencana berdirinya proyek PLTU tersebut,” sesal Toni.

Hingga siang ini situasi di desa Ponowareng masih tegang. Petugas Polisi melarang warga dari luar desa lain, masuk ke desa
Ponowareng.

Warga selama ini tegas menolak pembangunan PLTU karena akan merusak lingkungan desa serta membuat sulitnya ratusan warga desa mencari
ikan.

Proyek tersebut ditentang karena ratusan warga desa yang mata  pencariannya sebagai nelayan akan semakin jauh untuk menangkap ikan karena jalurnya digunakan sebagai jalur kapal besar.@boy

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty



Editor: +Rizal Hasan

RIZAL HASAN has been a reporter for more than 12 years, now he as…

Facebook Twitter Google+ Index Berita 



code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty