x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Terkait Tewasnya Maulana, Siswa Taruna Sekolah Pelayaran

BP2IP Klaim Tak Ada Kontak Fisik Saat Orientasi

Selasa, 02 Oktober 2012 09:07 WIB (2 years yang lalu)Editor:
BP2IP Klaim Tak Ada Kontak Fisik Saat Orientasi - Terkait Tewasnya Maulana, Siswa Taruna Sekolah Pelayaran - Maulana Aniul Yakin, semasa hidup /*ist

Maulana Aniul Yakin, semasa hidup /*ist

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM : Terkait tewasnya seorang taruna siswa Balai Pusat Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP), Jl Gunung Anyar No.1 yang ditemukan di dalam kolam SAR sekolah pelayaran itu, Minggu (30/09) lalu,  pihak BP2IP membantah dugaan penganiayaan terhadap siswa taruna asal Dusun Dungu, Kecamatan Trageh, Bangkalan itu.

“Tidak ada kontak fisik selama orientasi terhadap taruna baru,” tegas Aris Jaman, Perwira Aktivitas BP2IP dikantor BPI2P jl.
Gunung Anyar no. 1, Surabaya, Selasa (02/10).

Menurut Aris ada sanksi bagi penganiaya atau senior di kampus jika melakukan aksi penganiayaan kepada yuniornya.

“Selama masa orientasi dilarang melakukan kontak fisik. Jika ada pasti akan ada hukuman kesalahan bagi senior,’ tegas Aris.

“Jika ada kesalahan yang dibuat senior aka ada nilai sendiri. Jika sampai tingkat  80 akan kita skorsing dan jika mencapai 100, maka akan kita keluarkan,” ungkapnya.

Namun, pihak BP2IP tak menampik jika ada penggemblengan mental bagi taruna baru.

“Ketatnya disiplin inilah banyak membuat para taruna baru yang stres, bahkan ada pula yang kabur dari kampus,” ujar Aris.

Seperti diketahui, Maulana Aniul Yakin (19) ditemukan tewas di Kolam SAR sekolah pelayaran tersebut.

Pihak BP2IP sepenuhnya menyerakan penyelidikan ke pihak kepolisian untuk dilakukan otopsi.

“Kalau memang benar terbukti adanya penganiayaan, maka kami akan ditindak tegas,”ujar Aris Jaman.

“Jika dilihat dari jasadnya memang ada bekas luka. Tapi apakah luka itu karena dipukul kami serahkan penyelidikannya pada polisi,” pungkas Aris. @dhimasprasaja

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty



Editor: +Rizal Hasan

RIZAL HASAN has been a reporter for more than 12 years, now he as…

Facebook Twitter Google+ Index Berita 




code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty