x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Akibat Konflik Politik Berkepanjangan

Penduduk Yaman Tertidur Dalam Kondisi Kelaparan

Selasa, 02 Oktober 2012 02:18 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Penduduk Yaman Tertidur Dalam Kondisi Kelaparan - Akibat Konflik Politik Berkepanjangan - ist: Balita Yaman terancam kurang gizi

ist: Balita Yaman terancam kurang gizi

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Program Pangan Dunia (WFP) dibawah kendali PBB menyatakan hampir setengah penduduk Yaman tidur dalam keadaan kelaparan akibat kondisi politik terus bergejolak sehingga berdampak pada kenaikan harga minyak dan pangan dunia.

Yaman kini memasuki masa sulit setelah tahun lalu terjadi revolusi menggulingkan rezim Ali Abdullah Saleh yang berkuasa selama 33 tahun. Pihak militer terpecah menjadi dua kubu, pro dan kontra Abdullah. Pasukan Al-Qaidah juga menguasai sejumlah wilayah.

Baca juga: Jelang pemilu, partai Islam semakin ditinggalkan dan Pembayaran PBB 2013 masih terhitung rendah

Stasiun televis Al Arabiya melaporkan, Senin (1/10/2012), negara ini harus mengimpor makanan karena kekurangan lahan tanam. Penduduk yang kebanyakan buruh dan tak memiliki tanah tak mampu membeli makanan.

“Lima juta orang atau 22 persen dari populasi adalah orang miskin dan tak mampu membeli makanan,” kata juru bicara WFP, Barry Came, kepada kantor berita Reuters.

Came mengatakan 13 persen anak-anak Yaman kekurangan gizi. Yaman kini di urutan ketiga negara yang tinggi tingkat kekurangan gizinya di dunia. “Mereka menderita karena kenaikan harga pangan dan minyak dunia. Kondisi ini diperparah oleh kekacauan politik, konflik, terorisme, dan sebaran penduduk tidak merata,” ujarnya.

Menurut WFP, jumlah penduduk menerima bantuan makanan telah meningkat dari 1,2 juta orang pada Januari lalu menjadi lebih dari 3,8 juta penduduk per hari. Namun buruknya infrastruktur dan banyaknya kasus penculikan semakin mempersulit distribusi makanan.

Sejumlah penyumbang dana internasional telah berjanji pada pertemuan di Kota New York, Amerika Serikat, Kamis lalu, untuk menggelontorkan Rp 13,4 triliun bagi Yaman yang berpenduduk 24 juta jiwa. Pertemuan ini dihadiri oleh Presiden Yaman Abdul Rabbu Mansyur Hadi.

Negara-negara akan menyumbang itu adalah lima anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, yakni China, Prancis, Rusia, Inggris, dan Amerika Serikat. Negara-negara Arab juga berjanji memberi bantuan Rp 61,3 triliun. Mereka juga meminta jaminan kestabilan politik dan keamanan di Yaman. @mk/LI-14




code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty