x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Aneh, Rekening Rp100 Ribu Per Bulan Tetap Harus Bayar

Tiga Bulan Tak Dipasok Air, Ribuan Pelanggan PDAM Ditarik Tagihan

Jumat, 05 Oktober 2012 13:17 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Tiga Bulan Tak Dipasok Air, Ribuan Pelanggan PDAM Ditarik Tagihan - Aneh, Rekening Rp100 Ribu Per Bulan Tetap Harus Bayar - Pelangan PDAM menunjukan bukti rekening tagihan dan bukti pemakaian di meteran air

Pelangan PDAM menunjukan bukti rekening tagihan dan bukti pemakaian di meteran air

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Pelayanan buruk Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Kabupaten Magetan dikeluhkan pelanggan. Pasokan air dari perusahaan milik pemerintah daerah (pemda) ini sering tidak lancar bahkan mampet. Kedati begitu, pelanggan tetap membayar tagihan air rata-rata Rp100 ribu perbulan.

Mewakili warga lainya, Suyatno (45) warga Desa Milangasri Kecamatan Panekan mengeluhkan pasokan air PDAM yang tak pernah mengalir sejak dua bulan terakhir.

Baca juga: Belum lunas PBB, nenek sebatang kara ini ditolak ambil jatah Raskin dan Pria tua sakit-sakitan dibuang, Dinsosnakertrans Ngawi tak peduli

“Wong yang keluar cuman angin kok harus bayar Rp100 ribu perbulan. Gusti Alloh aja kasih angin gratis PDAM kok bayar gini,” ujar Suyanto geram ketika diwawancarai LICOM, Jumat (05/10/2012).

Kejadian serupa juga terjadi di wilayah Dukuh Kerep, Kelurahan Wates, Kecamatan Panekan. Lebih dari 400 pelanggan PDAM Magetan di daerah ini sejak tiga bulan lalu tak lagi dapat menikmati air bersih.

Namun anehnya, tiap bulan PDAM tetap menarik rekening para pelanggannya di daerah ini Rp45 ribu hingga Rp50 ribu. “Sudah tiga bulan airnya mati. Sebagai pelanggan kami tidak lagi menerima pasokan air. Kita rugi. Sebenarnya kita bayar tagihan itu bayar angin apa air  tho ? “, sindir Parmi (52) warga Dukuh Kerep.

Karena air PDAM tak mengalir, untuk memenuhi kebutuhan sehati-hari, ribuan pelanggan itu terpaksa menggunakan air sumur atau membeli dipedagang eceran.

Parahnya, para pelangganya tak pernah lagi menikmati air selama berbulan–bulan, namun PDAM Magetan saat ini malah berburu target 1000 pelanggan baru. Hal itu terbukti, pada awal Oktober kemarin PDAM memberikan program 300 ribu Sambungan Rumah Baru (SBR).

Sementara terkait dengan kaluhan pelanggan, humas PDAM Magetan belum bisa dikonfirmasi.@arso

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty