x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Terpendam Pasir, Kondisi Masih Utuh

Perahu Peninggalan Belanda Ditemukan di Dasar Sungai Bengawan Solo

Senin, 08 Oktober 2012 01:33 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Perahu Peninggalan Belanda Ditemukan di Dasar Sungai Bengawan Solo - Terpendam Pasir, Kondisi Masih Utuh - Terpendam ratusan tahun, perahu peninggalan Belanda di dasar Sungai Bengawan Solo, Bojonegoro

Terpendam ratusan tahun, perahu peninggalan Belanda di dasar Sungai Bengawan Solo, Bojonegoro

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Perahu yang diduga peninggalan zaman Kolonial Belanda ditemukan di dasar Sungai Bengawan Solo, tepatnya di Desa Ngraho, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Minggu (07/10/2012).

Diperkirakan, kapal kubo tersebut peninggalan abad ke 15 atau zaman Majapahit. Perahu yang mempunyai panjang sekitar 20 Meter dan lebar 4 meter itu kondisinya masih utuh meski seluruh badan terpendam pasir sungai.

Diduga prahu yang sebelumnya digunakan untuk patroli tentara belanda itu dirampas oleh tentara Jepang yang kemudian digunakan untuk mengangkut barang hasil rampasan perang.

“Dugaannya ini (perahu, red) merupakan alat transportasi yang digunakan tentara Jepang untuk pengangkutan barang hasil rampasan sebagai persediaan perang,” kata Harry Nugroho, Pengelola Museum 13 yang ada di Desa Panjunan, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro.

Barang rampasan yang dikumpulkan seperti, Emas dan barang berharga lain. Jika ditarik garis lurus dari arah temuan perahu, jarak sekitar 300-500 meter terdapat tempat yang disebut Pendulangan atau tempat mencari sisa-sisa hasil persediaan perang. Disitulah diduga sebagai tempat untuk menyimpan benda hasil rampasan perang itu.

“Tidak jauh dari penemuan perahu tersebut terdapat sebuah tempat yang digunakan untuk pemungutan sisa-sisa (Geles, jawa) Emas dan barang berharga lain (Pendulangan, red) yang berjarak sekitar 300-500 meter dari lokasi penemuan perahu,” ujarnya.

Sehingga, secara geografis, diduga kuat perahu tersebut sengaja ditenggelamkan untuk menyelamatkan barang-barang berharga. Tempat Pendulangan yang berada sekitar 300-500 meter dari tepi bengawan Solo itu, banyak pula ditemukan benda-benda Arkeolog, seperti Situs kramik. “Selain Pendulangan, disamping kanan juga terdapat sebuah makam yang diduga makam Selir Brawijaya sekitar abad 15, atau Majapahit Akhir,” ungkapnya.

Kini, perahu yang sudah terlihat mengambang di tepi bengawan Solo itu masih tetap berada di Lokasi. Tidak ada satupun warga sekitar yang berani mengangkat temuan tersebut. Munculnya Perahu kuno itu, karena kondisi air sungai terpanjang di Pulau Jawa kinimulai surut, apalagi dilokasi tersebut banyak aktifitas penambangan Galian C menggunakan mesin diesel.@hidayat

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty






code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty