x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Alasan Kemanusiaan

Hakim PN Jombang Kabulkan Ibu dan Bayi Jadi Tahanan Kota

Kamis, 11 Oktober 2012 18:03 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Hakim PN Jombang Kabulkan Ibu dan Bayi Jadi Tahanan Kota - Alasan Kemanusiaan - MEMILUKAN: Terdakwa Vista Paramita menunggu persidangan sambil menyusui bayinya

MEMILUKAN: Terdakwa Vista Paramita menunggu persidangan sambil menyusui bayinya

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jombang mengabulkan permintaan pengalihan status Vista Paramita (24), tahanan yang diduga terlibat dalam kasus penggelapan uang di Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Anugerah Jaya, Jombang, menjadi tahanan kota. Pengalihan status itu dikarenakan terpidana harus menyusui anaknya yang masih berusia tujuh bulan.

Ketua Majelis Hakim Toetik Ernawati mengatakan, keputusan itu atas dasar kemanusiaan. “Kami mengabulkan permohonan keluarga terdakwa agar Vista tidak ditahan. Kita tidak menutup mata atas ‘sinetron’ yang terjadi ini,” kata Toetik yang didampingi dua hakim anggota masing-masing A.A. Sagung Yuni Wulantrisna, SH dan Wiryatmo Lukito Totok, SH usai sidang, Kamis (11/10/2012).

Baca juga: Longsor Jombang, lima meninggal, puluhan tertimbun dan Jombang lebih percaya diri gaet investor lebih banyak tahun depan

Agenda sidang hari itu sebenarnya adalah eksepsi dari Jaksa, namun majelis hakim akhirnya juga memutuskan untuk mengabulkan permohonan penasihat hukum ketiga terdakwa.

Dalam pengajuan itu, suami dari ketiga terdakwa yang kesemuanya dari Kabupaten Jombang, Ayu Widuri (26) warga Dusun Tugurejo, Desa Mayangan, Kecamatan Mojoroto, Yuni Irawati (33) warga Dusun Weru, Desa Mojongapit, Kecamatan Jombang Kota, dan Vista Paramita (24) warga Dusun Wonokoyo, Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto, menjadi penjamin.

Ketiga terdakwa langsung sujud syukur dan menangis begitu mengetahui keputusan majelis hakim yang mengabulkan permintaan mereka.

Sementara itu, penasihat hukum ketiga terdakwa, Saifudin mengaku cukup lega dengan keputusan majelis hakim tersebut yang masih memerhatikan hak-hak dari terdakwa.

Kasus yang menimpa tiga perempuan itu terjadi pada 2012 ini. Mereka diperiksa sejak Mei 2012 lalu dalam dugaan penggelapan dana Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Anugerah Jaya, Jombang, yang dikelola oleh Lutfia Ningsih. Mereka dituduh menggelapkan uang koperasi sebesar Rp86 juta.

Ketiga perempuan itu menjadi tahanan di Lapas Jombang sejak 27 September 2012, setelah PN Jombang akan memulai sidang mereka. Salah satu dari perempuan itu bernama Vista terpaksa membawa anaknya yang masih berusia tujuh bulan, karena masih membutuhkan ASI.

Keluarga sebenarnya telah mengajukan penangguhan penahanan, namun karena dari PN mengaku belum menerima berkas pengajuan, akhirnya tiga perempuan itu, termasuk bayi yang masih tujuh bulan itu menjadi penghuni Lapas.@LI-13




code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty