x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Buntut Wacana Pencalonan Cawagub yang Kian Santer

Incumbent ‘Ketakutan’, Sekda Jabar ‘Dipaksa’ Digusur

Jumat, 12 Oktober 2012 01:16 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Incumbent ‘Ketakutan’, Sekda Jabar ‘Dipaksa’ Digusur - Buntut Wacana Pencalonan Cawagub yang Kian Santer - Ist/Sekda Jabar Lex Laksamana (Foto: Desmanjon)

Ist/Sekda Jabar Lex Laksamana (Foto: Desmanjon)

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Upaya penggusuran Lex Laksamana dari jabatan Sekda Jabar semakin kencang, menyusul wacana pencalonannya sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat untuk mendampingi Dede Yusuf.

Hal tersebut menuai pro kontra di berbagai elemen masyarakat Jabar. Solihin, Kepala BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Jawa Barat menyatakan, bahwa dimungkinkan jabatan Lex Laksamana dapat diperpanjang. Sementara, muncul isu bahwa Gubernur Ahmad Heryawan tampak ngotot agar Lex per 1 November sudah pensiun karena sudah memasuki masa pensiun.

Baca juga: Gubernur Jabar kader PKS saingi Jokowi masuk bursa Capres 2014 dan Pilgub Jabar hemat Rp 100 miliar? Fitra: Bukan tanda tak ada korupsi!

Menanggapi isu itu, Prof Ilham, Guru Besar IPDN Jatinangor mengatakan, jika seluruh PNS eselon II pensiun pada usia 58 tahun, namun bisa diperpanjang sampai usia 60 tahun. “Itu setelah setelah dua kali perpanjangan dan petunjuknya didasarkan pada PP 65/2008,” kata Prof Ilham via ponselnya kepada LICOM, Kamis (11/10/2012).

Pada PP 65/2008 pasal 4 ayat 3 disebutkan, perpanjangan batas usia pensiun sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sampai dengan 62 tahun bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memangku jabatan struktural Eselon I tertentu. Pada ayat 4 dikatakan bahwa perpanjangan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilaksanakan dengan persyaratan diantaranya, memiliki keahlian dan pengalaman yang sangat dibutuhkan organisasi, memiliki kinerja yang baik, memiliki moral dan integritas yang baik dan sehat jasmani maupun rohani yang dibuktikan oleh keterangan dokter.

Menurut PP tersebut seharusnya Dr Ir Lex Laksamana Zaenal LAN Dipl HE, yang lahir tanggal 19 Oktober 1952 dapat diperpanjang masa jabatannya sebagai Sekda Jabar hingga berusia 62 tahun. Dan itu ditetapkan dengan Keputusan Presiden (Keppres).

Namun, isu yang berkembang menyebutkan, jika Gubernur Jawa Barat dinilai ngotot menggusur Lex dari jabatan Sekda. “Toh, Lex juga belum tentu mencalonkan diri sebagai Wagub. Ironisnya, wacana penggusuran semakin kencang dan upaya penggusuran Lex dari jabatan Sekda Jabar sudah terjadi dua tahun belakangan ini,” jelas salah seorang pejabat Pemprov jabar yang enggan disebutkan namanya.

Sementara, Muradi PhD berpendapat disejumlah media, bahwa penghargaan bagi Provinsi Jawa Barat yang disematkan kepada Gubernur Jawa Barat merupakan bukti kinerja dari birokrat yang sangat profesional. “Sekda Jabar sebagai bos birokrat Jabar sudah terbukti berkinerja baik, memiliki keahlian, berpengalaman dan sangat dibutuhkan organisasi pemerintah Pemprov Jabar,” tambahnya. @desmanjon

 

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty