x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Harus Ditata Standarisasi Layanan Kesehatan

Asklin Siap Sukseskan SJSN

Senin, 15 Oktober 2012 02:47 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Asklin Siap Sukseskan SJSN - Harus Ditata Standarisasi Layanan Kesehatan - Ist/dr Eddi Junaedi

Ist/dr Eddi Junaedi

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Menjelang diberlakukannya Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) Bidang Kesehatan yang akan dilaksanakan pada 2014 ditandai dengan maraknya bermunculan klinik-klinik kesehatan yang mempersiapkan diri menyambut sistem ini.

“Asosiasi Klinik Indonesia (Asklin) menyambut dengan tangan terbuka dimulainya sistem SJSN bidang kesehatan ini untuk bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dalam melayani pelayanan kesehatan untuk masyarakat sesuai mekanisme yang ada,” kata dr Eddi Junaedi Ketua Umum Asklin kepada LICOM di Jakarta.

Menurutnya, klinik merupakan ujung tombak pelaksana SJSN yang saat ini banyak bermunculan klinik-klinik baru yang pada dasarnya ingin ikut berperan serta menyukseskan SJSN. Bahkan, ke depan dia akan mencoba melakukan penataan menuju standarisasi layanan kesehatan yang profesional.

“Kami tak mempermasalahkan besaran kapitasi premi yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebesar Rp 22 ribu per orang, Namun dari ketetapan pemerintah tersebut, berapakah nilai yang kami peroleh untuk mencover biaya operasional untuk menggaji dokter, perawat, peralatan, investasi, dan segala macam,” papar dr Eddi

Bahkan, tegas Eddi, klinik kini menjadi ujung tombak pelayanan Keluarga Berencana (KB). Yaitu memberikan pelayanan pengaturan kehamilan bagi pasangan usia subur untuk membentuk generasi penerus yang sehat dan cerdas.

“Cuma sangat disesalkan apabila ijin pendirian klinik masih dihambat oleh birokrasi yang rumit, bukankah Pemda akan menjadi terbantu dengan adanya klinik-klinik kesehatan, jadi mohon perijimammya jangan dipersulit? bahkan asalkan pemerintah serius menjangkau setiap warga dengan pelayanan kesehatan, kami siap menyediakan klinik di perbatasan dan pedalaman,” katanya.@hidayat

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty






code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty