x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Elite PDI Perjuangan Mendadak "Ketakutan"

Duet Khofifah -Tri Risma di Pilgub Jatim Hebohkan Senayan

Selasa, 16 Oktober 2012 18:38 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Duet Khofifah -Tri Risma di Pilgub Jatim Hebohkan Senayan - Elite PDI Perjuangan Mendadak "Ketakutan" - Khofifah Indar Parawansa (kiri) dan Tri Rismaharini /*ist

Khofifah Indar Parawansa (kiri) dan Tri Rismaharini /*ist

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Munculnya wacana duet Ketua PP Muslimat, Khofifah Indar Parawansa dan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, mengagetkan sejumlah politisi di Gedung Senayan,  khususnya elite di jajaran DPP PDI Perjuangan.

Para elite partai banteng moncong putih tersebut terkesan hati-hati dan ogah terbuka saat ditanya seputar Calon Gubernur (cagub) PDIP di  Pilgub Jatim.

Baca juga: Walikota Surabaya warning bawahannya agar jauhi KKN dan Walikota Surabaya anggap kinerja Dinas Koperasi dan UKM jeblok

Biasanya, para politisi PDIP sangat gampang memberikan pernyataan, namun kali ini PDIP langsung tutup mulut mengenai cagub PDIP Jatim.

Diduga, ini bagian dari strateg PDIP dengan cara menutup rapat sosok yang akan dicalonkan nanti pada 2013 mendatang.

“Wah, jangan saya ya, coba tanya ke Mas Tjahjo Kumolo aja,” elak Ketua DPP PDI Perjuangan, Trimedya Panjaitan, Selasa (16/10) di Gedung DPR RI.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Eva Kusumah Sundari. Menurutnya, informasi mengenai sikap PDI Perjuangan
dalam Pilgub Jatim, mestinya ditanyakan ke DPD PDIP Jatim. “Ojo aku yang comment iso digenjreng nik salah.(Jangan saya yang komentar, bisa disalahkan saya). Tanya kle Mas Sir ((Sirmadji Ketua DPD PDIP Jatim),” kilah Eva.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam semua hitungan politik, kekuatan dan superioritas pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf dalam Pilgub Jatim 2013 mendatang, memang tak ada lawan.

Nyaris semua tokoh-tokoh di Jatim bakal lewat jika nekat “head to head” dengan pasangan incumbent tersebut.

Bahkan, saking percaya dirinya, Soekarwo jauh-jauh hari sudah deklarasi kalau Gus Ipul dipilih lagi untuk mendampinginya dalam
periode kedua kepemimpinannya di Jawa Timur.

Tapi bukan berarti superioritas pasangan KarSa itu tak bisa dikalahkan.

“Pasangan sesama perempuan memang sesuatu yang baru, tapi potensi untuk menang dan menghabisi dominasi Soekarwo di Jawa Timur sangat
besar,” ujar Arbi Sanit, pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), kepada LICOM, siang tadi.

Hal itu merujuk pada prediksi diduetkannya Ketua Umum PP Muslimat, Khofifah Indra Parawansa dan dan Walikota Surabaya, Tri
Rismaharini, yang diusung PDI Perjuangan saat menjadi walikota.

Menurut Arbi, ‘perkawinan’ NU dan PDI Perjuangan bukanlah sesuatu yang baru dalam dunia politik di Indonesia. Bahkan pernah
diterapkam dalam konteks Pilpres, saat Megawati berpasangan dengan Hasyim Muzadi.

“Ingat, yang menyebabkan mereka kalah di dua putaran saat itu karena figur SBY yang sudah terlanjur di hati publik dengan segala
skenario politik saat itu,” tegasnya.

“Superioritas” Calon Gubernur Jatim incumbent, Soekarno dan Saifullah Yusuf (KarSa) yang kembali berpasangan di Pilgub Jawa Timur 2013 mendatang, hanya bisa dihentikan oleh duet Ketua Umum PP Muslimat, Khofifah Indra Parawansa dan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini.

Hal itu diungkapkan pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Arbi Sanit, yang menilai kedua figur ini memiliki kekuatan
politik yang tak bisa dipandang sebelah mata.

Khofifah punya basis kuat dengan ormas besar Nahdlatul Ulama (NU) dan ini jelas merupakan hal yang amat ditakuti oleh pasangan KarSa.

“Di Pilgub Jatim 2008 silam, mereka bersaing dan hasilnya sangat ketat,” ujar Arbi, kepada LICOM, Selasa (16/10).

Sedangkan Tri Risma, lanjut Arbi, punya kekuatan mesin partai yang sekarang lagi ‘naik daun’, yakni PDI Perjuangan, pasca memenangkan
Pilkada DKI Jakarta, beberapa waktu lalu.

“Di daerah Jawa termasuk Jatim, kekuatan PDI Perjuangan sampai saat ini masih punya tempat di hati publik. Duetkan saja mereka, pasti
oke,” paparnya.

Apalagi, Tri Risma dianggap memiliki kriteria pemimpin yang saat ini menjadi selera politik masyarakat. Pemimpin yang merakyat dan
mau terjuan langsung ke lapangan. @hairul

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty



Editor: +Rizal Hasan

RIZAL HASAN has been a reporter for more than 12 years, now he as…

Facebook Twitter Google+ Index Berita 



code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty