x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Pembagian Daging Bakal Tak Merata

Penyumbang Hewan Korban Pacitan Terkonsentrasi di Kota

Kamis, 25 Oktober 2012 19:46 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Penyumbang Hewan Korban Pacitan Terkonsentrasi di Kota - Pembagian Daging Bakal Tak Merata - ist: pembagian daging kurban dikhawatirkan tak merata

ist: pembagian daging kurban dikhawatirkan tak merata

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Pembagian daging kurban di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur saat Idul Adha besok (26/10/2012) diprediksi tidak merata. Alasannya, penyumbang hewan ternak untuk disembelih mayoritas bertempat tinggal di wilayah ibukota kecamatan. Jarak pendistribusiannya pun tak terlalu jauh atau hanya di sekitar lokasi penyembelihan.

“Untuk warga yang rumahnya di daerah pelosok kemungkinan besar tidak seluruhnya bisa mendapatkan daging kurban,” kata Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) setempat Ahmad Munir, Kamis (25/10/2012).

Baca juga: Menteri Agama Suryadharma Ali jadi target KPK dan KPK didesak periksa Menteri Agama soal dana haji

Perkiraan itu berdasarkan pengalaman di tahun-tahun sebelumnya. Selama ini, pembagian daging kurban tak menyentuh warga yang tempat tinggalnya di pelosok yang sulit dijangkau. Fenomena itu membuat Munir mengelus dada. Alasannya, sebagian besar warga miskin yang butuh daging kurban hidup di daerah pelosok tersebut.

Daerah pelosok yang dimaksud di kawasan pegunungan dan menyebar di 12 kecamatan. Mulai dari Pacitan, Kebonagung, Tulakan, Ngadirojo, Sudimoro, Tegalombo, Nawangan, Bandar, Arjosari, Pringkuku, Punung, dan Donorojo. Sebab, 80 persen wilayah Pacitan berupa perbukitan dan pegunungan.

Prediksi tentang tingginya pembagian daging kurban yang tidak merata mendorong pihak Kemenag melakukan pengaturan lokasi pendistribusian. Beberapa hari lalu, anjuran agar hewan kurban disebar sudah disampaikan kepada petugas kantor urusan agama (KUA) di 12 kecamatan. Setelah sapi maupun kambing itu disembelih maka petugas bisa mudah membagikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan.

“Harapannya, hewan hidup dikirim ke daerah yang masih minim sumbangannya,” tutur Munir.

Dia menambahkan, sebelum dan sesudah hewan kurban disembelih, petugas dari lintas instansi melakukan pemeriksaan. Tujuannya, memastikan kondisinya layak konsumsi maupun tidak. Upaya itu dijalankan pihak Dinas Kesehatan, Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan, KUA, dan dari Kantor Kemenag. “Kami saling koordinasi. Tentunya, kami tidak ingin pelaksanaan pembagian daging kurban menjadi petaka bagi warga yang mengonsumsinya,” terang dia. @rachma




code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty