x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Polisi Sita Narkoba Rp 3 M, Pengedar di Kampus Ditahan

Edan! 13 Pengedar Narkoba Dikendalikan Bandar dari Penjara Jakarta, Terbongkar

Rabu, 07 Nopember 2012 05:34 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Edan! 13 Pengedar Narkoba Dikendalikan Bandar dari Penjara Jakarta, Terbongkar - Polisi Sita Narkoba Rp 3 M, Pengedar di Kampus Ditahan - Kapolres Jak-pus Kombes Pol Drs. A.R. Yoyol di dampingi Kasat Resnarkoba AKBP Drs. Apollo Sinambela. @ichsan

Kapolres Jak-pus Kombes Pol Drs. A.R. Yoyol di dampingi Kasat Resnarkoba AKBP Drs. Apollo Sinambela. @ichsan

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Tiga belas tersangka jaringan pengedar Narkoba yang biasa beroperasi di Jakarta dan Bogor, dan Tangerang dibekuk tim buser Polres Metro Jakarta Pusat. Barang bukti narkoba senilai Rp 3 Miliar disita.

Para tersangka itu terdiri mahasiswa, Satpam, dan tukang ojek di wilayah Jakarta Pusat. Bahkan, salah satu tersangka terungkap biasa beroperasi di sebuah universitas di kawasan tangerang. Di antara para tersangka, ternyata kaki tangan bandar yang kini mendekam di penjara.

Baca juga: Kinerja Brimob, Polantas & TNI atasi banjir patut diacungi jempol dan DKI Jakarta dapat jatah APBN Rp15,8 T, awasi penggunaannya, Bro!

Para tersangka itu bernama Atma Supriatna bin Cecep (39) berprofesi tukang Ojek, Abdul Rahman (32) pengangguran, Hendy Sulaiman (36) pengangguran, Surianto Darmadi alias Toto (37) wiraswasta, Achmad Husaini alias Idung (24) karyawan swasta, Riadi Helmi alias Edot (29) pengangguran.

Lainnya, Heru Bagus Susanto alias Luken (27) dan Roche Purnama Raharjo (26) karyawan swasta, Ahmad Fakhrian als Mankyo (23) mahasiswa, Indra Ciptadi (24) Satpam, Eko Yulianto (24) mahasiswa, Iyan Sofyan (34) pengangguran dan Herwanto alias Igor (28) Satpam.

Saat ditangkap, polisi berhasil menyita barang bukti 4 bungkus koran berisi daun ganja 300 gram di dalam tas warna coklat.

Selain itu, juga 7 plastik bening (klip) berisi shabu seberat 1,4 Gram gram, sebungkus plastik berisi kristal shabu 60,2 gram, dan 7 bungkus plastik masing-masing isi shabu 1 gram, 7 belas bungkus koran isi ganja 1 Kilogram, dan 11 bungkus besar serta 10 bungkus kecil isi daun ganja 6,6 Kilogram.

“Dari semua barang bukti itu ditaksir senilai Rp 3 milir,” jelas Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Drs. A.R. Yoyol didampingi Kasat Resnarkoba Drs. Apollo Sinambela, Selasa sore (6/11/12).

Penangkapan tersanga ini diawali pada 23 Oktober 2012 sekitar Pukul 01.30 WIB di Jalan Banjir Kanal, Grogol Petamburan Jakarta Barat. Tim berhasil mengamankan tersangka Atma dengan barang bukti ganja 300 gram.

Selanjutnya, 24 Oktober 2012 sekitar Pukul 10.30 WIB, di Jalan Batu Ceper VI Kebun Kelapa Gambir, Jakarta Pusat, polisi menangkap tersangka Abdul dengan barang bukti shabu 1,4 gram.

Dari tersangka ini, polisi mengungkap tersangka lain sampai ke Mangga Besar Raya Jakarta Barat. “Berdasarkan hasil pemeriksaan, para tersangka merupakan pengedar Narkotika di wilayah Jakarta, Bogor. Salah satunya, di Universitas Swasta di Tanggerang,” jelasnya. Para tersangka ini, ternyata dikendalikan bandar yang sudah mendekam di penjara.

Lebih lanjut, Yoyol menegaskan, pasal yang dikenakan pada para tersangka seperti Atma Supriatna bin Cecep, Riadi als Edot, Achmad Husaini als Idung, Heru als Luken, Roche Eko Yulianto dan Indra dikenakan Pasal 114 ayat (1) sub 111 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan diancam pidana penjara 5 tahun minimal, dan 20 tahun maksimal dengan denda Rp 1 milia sampai Rp 10 miliar.

“Tersangka Abdul Rahman, Hendi Sulaiman, Surianto Darmadi als Toto, Achmad als Maknyo, Iyan Sopyan dan Herwanto dikenakan pasal 114 Ayat 2 Sub 111 ayat (2) dan sub 112 ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika diancam pidana mati, atau seumur hidup dan paling lama 20 tahun serta paling singkat 6 tahun dan denda maksimal Rp 10 miliar di tambah sepertiga,” pungkasnya. @ichsan




code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty