x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Tutup Paksa Reklamasi Galian C

Alat Berat Disita, Petani Sesalkan Sikap Satpol PP

Minggu, 11 Nopember 2012 01:59 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Alat Berat Disita, Petani Sesalkan Sikap Satpol PP - Tutup Paksa Reklamasi Galian C - Budiono petani asal Desa Jombatan, Kesamben, Jombang

Budiono petani asal Desa Jombatan, Kesamben, Jombang

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Kerusakan lingkungan di sekitar Galian C seperti yang dikhawatirkan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Jombang tak selamanya benar. Justru kekhawatiran itu berbalik. Setelah digali, ada lahan yang semula tandus kini menjadi lahan yang produktif.

Budiono (56) warga Desa Jombatan, Kecamatan Kesamben, Jombang malah mencari pengusaha pertambangan. Dia menawarkan, agar lahan sawahnya digali untuk diambil tanah bagian atasnya.

“Terserah, tanah itu mau dikemanakan. Yang penting, setelah dilakukan penggalian, pengusaha tersebut tidak meninggalkan begitu saja. Tentu harus direklamasi,” ujar Budiono kepada LICOM, Sabtu (10/11/2012).

Budi menceritakan, lahan sawah miliki tetangganya pernah di gali dua tahun yang lalu. Semula, kata dia, lahan tersebut tandus. Setelah dilakukan penggalian, kini menjadi subur dan produktif.

“Saya yang datang ke sini (rumah pengusaha galian, red). Saya meminta agar lahan saya digali. Bukan Pak Nas  (pengusaha galian) yang mencari lahan untuk digali. Saat ada kesepakatan, kami berdua membuat surat pernyataan. Isinya, jika selesai melakukan penggalian, harus dilakukan reklamasi terlebih dahulu sebelum meninggalkan lokasi,” aku Budiono.

Begitu ada kesepakatan antara keduanya, dimulailah penggalian tersebut. Berjalan sekitar sepekan, penggalian itu selesai.

Seperti dalam kesepakatan, usai digali dilakukan reklamasi. Namun aneh, saat dilakukan reklamasi, tiba-tiba Satpol PP dan aparat keamanan lainnya datang dan memaksa aktivitas tersebut agar dihentikan. Tidak hanya itu, mereka juga menyita alat berat yang digunakan untuk reklamasi. Mereka juga menahan operator.

“Saya menyaksikan sendiri keberangasan para preman-preman (Satpol PP, red) kala itu. Karena saat itu saya berada di lokasi. Maunya apa Pemkab Jombang ini? Kegiatan serupa dua tahun silam aman-aman saja. Tapi mengapa sekarang dipermasalahkan? Padahal dengan adanya galian ini selain lahannya nanti menjadi subur, para pemuda di desa ini mengaku ada pemasukan,” ujarnya menyesalkan tindakan penutupan tersebut.@udin

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty






code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty