x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Nego Harga Sebelum Sosialisasi Tukar Guling

Kabag Pemerintahan Magetan Aktor Intelektual Korupsi Lahan KIR Bendo

Minggu, 11 Nopember 2012 16:54 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Kabag Pemerintahan Magetan Aktor Intelektual Korupsi Lahan KIR Bendo - Nego Harga Sebelum Sosialisasi Tukar Guling - Lahan Kawasan Industri Rokok(KIR) di Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan / FOTO: Rochmad- LICOM

Lahan Kawasan Industri Rokok(KIR) di Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan / FOTO: Rochmad- LICOM

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Berdasarkan hasil pemeriksaan empat tersangka yang juga saksi mahkota kasus korupsi pengadaan lahan Kawasan Industri Rokok (KIR) Rp 1,6 miliar di Kecamatan Bendo, Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan telah menyimpulkan, siapa dalang dibalik konspirasi mark up anggaran hingga merugikan negara Rp854.210.000 tersebut.

Dia adalah Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, Eko Muryanto.

Kajari Magetan Herdwi Witanto menyampaikan, Eko Muryanto dinilai Kejari sebagai tersangka yang memiliki peran paling menonjol dalam korupsi lahan KIR ini.

“Dari keterangan sejumlah saksi, termasuk saksi mahkota yang sudah kami panggil, yang paling menonjol peranya dalam kasus ini adalah Eko. Dia banyak bergeriliya diluar ketentuan Tim-9,” ujar Kajari, Minggu (11/11/2012).

Berdasarkan bukti yang telah di kantongi Kejari, membuktikan Eko Muryanto tidak melakukan tugasnya susai dengan ketentuan tugas tim-9. Yaitu melakukan penelitian atas tanah yang akan di bebaskan (bunyi pasal14 ayat 3 peraturan kepala BPN no.3 tahun 2007).

Sebelum sosialisasi dengan warga adanya proses tukar guling lahan yang di gunakan pembangunan KIR bendo, Eko telah terlebih dahulu nego harga dengan  almarhum Supadi dan Yudi Hartono di kantor Kecamatan Bendo. Saat itu, tepatnya 22 Nopember 2010 didapat harga lahan Rp 200 ribu hingga 300 ribu per meter untuk 1000 M2. Padahal status tanah saat itu belum jelas milik Alm.Supadi dan Yudi Hartono atau bukan.

Parahnya, tanggal 23 November 2010 atas rekomendasi Eko, Kecamatan Bendo baru melakukan sosialisasi tukar guling lahan setalah nego harga telah terjadi.

Tanggal 24 November Kabag Pemerintahan melaporkan kepada bupati Sumantri hasil Sosilisasi dengan warga Desa Bendo yang mensetujui harga permeter persegi dihargai Rp 110 ribu.

Harga yang dilaporkan kepada bupati itu jauh dari nilai yang telah disepakati Almarhum Supadi dan Yudi sebelumnya.

Tak hanya itu, beber Herdwi,  untuk mengelabui Kejari, pada tanggal 7 September 2012 atau saat Kejari melakukan penyelidikan kasus KIR ini. Eko memerintahkan kepala Desa Bendo untuk membuat surat yang menerangkan bahwa tanah KIR bukan lahan bengkok desa Bendo.

Kata Kajari, Eko juga sering melakukan pertemuan-pertemuan yang sifatnya pribadi dengan Almarhum Supadi maupun Venly T. Nicholas, mantan Kepala Disperindag terkat pelolosan lahan KIR diluar tupoksi Tim-9.

“Saksi juga banyak mengatakan peran eko yang banyak mengadakan pertemuan di luar tupoksi tim-9. Eko sering bertemu dengan Venlly ,” ujarnya.

Rencanaya, besok, (Senin 12/11/) Kejari Magetan akan melakukan gelar perkara dengan jajaran Tipikor Kejaksaan Tinggi Surabaya. Guna secepatnya menetukan kejelasan hukum 4 tersangka lainya.@rochman





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty