x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Palsu Tanda Tangan Ketua KPTR Tani Mulya

AO Bank Bukopin Sidoarjo Gelapkan Dana Nasabah Rp7 Miliar

Kamis, 15 Nopember 2012 13:06 WIB (2 years yang lalu)Editor:
AO Bank Bukopin Sidoarjo Gelapkan Dana Nasabah Rp7 Miliar - Palsu Tanda Tangan Ketua KPTR Tani Mulya - Petugas menyita kuitansi palsu sebagai barang bukti penggelapan dana Bank Bukopin/ Foto: RRI

Petugas menyita kuitansi palsu sebagai barang bukti penggelapan dana Bank Bukopin/ Foto: RRI

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Polres Sidoarjo menetapkan Bambang Isa Kristanto, mantan Account Officer (AO) Bank Bukopin cabang Sidoarjo sebagai tersangka  kasus pencucian uang atau money laundry milik debitur senilai Rp 7 Miliar.

Lelaki berumur 40 tahun tersebut diduga telah melakukan pemalsuan tanda tangan H. Kastolan, seorang Ketua Koperasi Petani Tebu Rakyat (KPTR) Tani Mulya Kecamatan Candi Sidoarjo untuk menarik miliaran uang tunai dari rekening KPTR di Bank Bukopin cabang Sidoarjo.

Baca juga: ISIS dikabarkan bakal mendeklarasikan diri di Sidoarjo dan Korupsi lahan Lapindo, Mantan Kades M. Siroj diancam 20 tahun penjara

Kasat Reskirm Polres Sidoarjo AKP Andi Sinjaya melalui Kanit Tipikor IPTU Stevi Arnold Rampengan mengatakan, modus pelaku adalah dengan memalsukan tanda tangan Ketua KPTR Tani Mulya H. Kastolan untuk mengambil uang pembayaran kredit.

Diungkapkan Arnold, kasus ini bermula ketika KPTR Tani Mulya mengajukan kredit ketahanan pangan dan energi dari Bank Bukopin Cabang Sidoarjo sebesar Rp10 miliar. Kredit yang dicairkan tanggal 2 Juni dan 4 Oktober 2010 dengan bunga 12 persen dan jatuh tempo 31 Desember 2011.

Namun oleh KPTR Tani Mulya, pokok maupun bunga dilunasi tanggal 6 Juli dan 1 November 2011 masing-masing Rp 5.379.209.700 dan Rp 395.812.550 dan dimasukkan rekening atas nama KPTR.

“Pokok maupun bunga dibayar oleh KPTR dibayar sebelum jatuh tempo,” ujar Kasat Reskirm Polres Sidoarjo AKP Andi Sinjaya melalui Kanit Tipikor IPTU Stevi Arnold Rampengan, kemarin.

Mengetahui KPTR membayar pokok dan bunga sebelum jatuh tempo, pelaku memanfaatkan momen itu. Dia memalsukan tanda tangan H Kastolan untuk mencairkan uang di rekening KPTR yang seharusnya untuk membayar kredit.

Pelaku mencairkan uang pembayaran kredit itu sebanyak 20 kali sejak 7 Juli sampai 4 November 2011. Pelaku yang tahu seluk beluk perbankan dan posisinya yang mengurusi keuangan kredit, dengan leluasa mengambil uang di rekening KPTR Tani Mulya.

Terbongkarnya aksi pembobolan uang kredit itu saat pihak bank melakukan audit. Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polres Sidoarjo.

Setelah dilakukan penyelidikan polisi menetapkan Bambang Isa Krsitanto sebagai tersangka.Polisi juga menyita cek yang diduga speciemennya dipalsukan oleh pelaku. Sebanyak 20 lembar cek dan 12 slip setoran dijadikan barang bukti. Polisi juga sudah memeriksa tiga orang.@jani

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty