x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Penahanan Tersangka Dugaan Korupsi KIR Benda Tak Sesuai Prosedur

Samakan Penyelidikan dengan Penyidikan, Kejari Magetan Dipraperadilankan

Selasa, 20 Nopember 2012 20:56 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Samakan Penyelidikan dengan Penyidikan, Kejari Magetan Dipraperadilankan - Penahanan Tersangka Dugaan Korupsi KIR Benda Tak Sesuai Prosedur - Pengacara 4 tersangka dugaan kurupsi pengadaan lahan KIR Bendo, Magetan, R Indra Priangkasa SH/ FOTO: ARSO_LICOM

Pengacara 4 tersangka dugaan kurupsi pengadaan lahan KIR Bendo, Magetan, R Indra Priangkasa SH/ FOTO: ARSO_LICOM

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan angkat bicara soal gugatan praperadilan yang dilakukan Indra Priangkasa SH, kuasa hukum 4 tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan lahan Kawasan Industri Rokok (KIR) Rp 1,6 miliar di Kecamatan Bendo.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejri Magetan Iwan Winarso SH mengatakan, prosedural penahanan 4 tersangka sudah sesuai dengan ketentuan pasal 1 angka 10 KUHP Jo 77 huruf A dan B KUHP.

Menurut dia, terkait wewenang Kejaksaan Negeri dalam pemeriksaan suatu perkara, yakni hanya sebatas sah tidaknya penahanan dan penangkapan dan penghentian penyidikan termasuk ganti rugi.

Persoalan penahanan yang dilakukan Kejari, lanjur dia, juga sudah sesuai dengan pasal 21 KUHP yakni, Kejaksaan memiliki kewenangan untuk penahanan yang bertujuan agar tersangka tidak menghilangkan barang bukti serta mempercepat proses penyidikan.

“Tindakan kami sudah sesuai dengan prosedural yang ada. Proses penahan yang kami lakukan terhadap 4 tersangka KIR ini juga sudah sesuai dengan ketentuan,” terangnya.

Lebih jauh, Kasi Pidsus Juga mengungkapkan, terkait keabsahan penahan tersangka pun sudah sesuai dengan pasal 21 ayat 2 dan ayat 3.

“Terhitung sejak satu oktober lalu dan berdasarkan bukti yang jelas serta identitas lengkap kami memberikan surat penahanan kepada para tersangka. Kami juga memberi hak mereka untuk mendapat pendampingan dari kuasa hukum. Proses penyidikan dan penyelidikan adalah satu lingkup yang sama dalam melakukan tahap- tahap pemeriksaan terhadap saksi-saksi pada saat penyelidikan dalam proses mencari bukti permulaan guna meningkatkan ke proses penyidikan. Jadi langkah yang diambil Kejaksaan dalam hali ini sudah sah,” papar dia seolah mementahkan kekuatan gugatan praperadilan Indra Priangkasa terhadap Kejari Magetan.

Sementara itu, kuasa hukum penggugat, Indra Priangkasa tetap bersikukuh bahwa Kejari telah ‘mengkebiri’ peraturan dalam Kitab Udang Hukum Pidana (KUHP), yakni Dengan menyama artikan tahapan Penyelidikan dengan Penyidikan dengan tidak memberi jenjang waktu.

“Kejari semakin menyesatkan kasus KIR ini karena mengidentikan penyelidikan dan penyidikan bermakna sama. Sedangkan jelas dalam KUHP bahwa Penyelidikan dan Penyidikan berbeda makna dan arti juga proses,” tegas Indra.

Untuk menghadapi sidang ketiga besok, Rabu  (21/11/2012), Pihaknya mengaku telah menyiapkan 30 bukti guna melawan Kejari Magetan. “Kami sudah siapkan 30 bukti termasuk surat yang sudah diterbitkan Kejari dan bukti yang mendasari praperadilan ini,” pungkas Indra.

Diketahui, Senin (19/11/2012) kemrin pengacara 4 tersangaka dugaan korupsi pengadaan lahan KIR ini telah mempraperdilankan Kejari Magetan.@rochman





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty