x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Berikan Pelayanan Terbaik Dan Menindaklanjuti Program Pencegahan

Seks Bebas Pemicu Utama Penyebaran HIV/Aids di Kabupaten Bekasi

Sabtu, 24 Nopember 2012 19:44 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Seks Bebas Pemicu Utama Penyebaran HIV/Aids di Kabupaten Bekasi - Berikan Pelayanan Terbaik Dan Menindaklanjuti Program Pencegahan AIDS - Pekerja Seks Komersial

Pekerja Seks Komersial

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Penanggulangan AIDS Kabupaten Bekasi, mengklaim telah menangani sedikitnya 559 kasus penularan virus HIV/Aids sejak Maret 2012 di Wilayah Kabupaten Bekasi.

“Faktor pemicu tertinggi di akibatkan hubungan seks bebas,” kata Pengelola Program KPA, Ade Bawono kepada LICOM di kantor Kabupaten Bekasi, Kawasan Delta Mas, Bekasi Timur,Sabtu (24/11/12) petang.

Baca juga: BMKG: Sepekan ke depan Jabodetabek bebas hujan lebat dan Jabodetabekjur kompak atasi masalah libatkan Pakar dan Akademisi

Ade mengatakan, pengguna jarum suntik juga memicu penularan HIV/AIDS dan juga berganti pasangan.

“Hubungan seks bebas, salah satu penyumbang terbesar di HIV/Aids. Rata-rata di dominasi oleh kaum laki-laki dan sasarannya ibu-ibu rumah tangga,” ujarnya.

Dia mengatakan, akibat penyebaran virus tersebut sedikitnya ada sembilan anak di bawah umur yang menjadi korban dengan terinfeksi virus HIV. Namun dari kasus itu, baru sebagian kecil saja yang di tangani pihaknya melalui beragam metode dengan melibatkan pihak RSUD Kabupaten Bekasi.

“Misalnya, anak berumur dua tahun yang saat ini sedang menjalani pengobatan di RSUD Kabupaten Bekasi melalui teknik pengobatan metadon,”ujarnya.

Menurut Ade, penularan virus HIV disebabkan oleh kenakalan para suami yang sering melakukan hubungan seks dengan pekerja seks komersial (PSK), sehingga tertular kepada istri dan anak.Terkait penanganan kasus itu, kata dia, KPA sedang berupaya dengan melakukan program pemberian susu pada bayi orang dengan HIV/Aids (ODHA) yang bekerja sama dengan produsen susu.

“Kami juga menangani bayi dengan obat berupa puyer dan sirup yang diberikan rumah sakit pemerintah,” ujarnya.Dia menambahkan, pihaknya telah melakukan sosialisasi terkait pembinaan para bidan untuk mendeteksi secara dini apabila ada pasien terindikasi HIV/AIDS.

“Penanganan ini dikhususkan kepada ibu hamil yang memiliki latar belakang resiko tinggi,” katanya.

Sementara itu Sekretaris Pelaksana Harian Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Provinsi Jawa Barat, Hari Lesmana mengungkapkan berbagai bentuk pencegahan dari hulu ke hilir sudah dilakukan. Misalnya untuk yang dihulu maka mencegah terjadinya perilaku seks beresiko maupun mencegah sebanyak mungkin generasi muda agar tidak terjerat narkoba dengan pendidikan agama, moral, pendidikan kesehatan reproduksi.

“Tapi bagi mereka yang sudah berperilaku berisiko terutama di tempat-tempat pelacuran, disinilah penting sekali ada peningkatan pendidikan, kesadaran, pelayanan kesehatan dan pengobatan untuk penyakit kelamin ditingkatkan,” ujar.

Sementara itu,menurut Hari, Kota/kabupaten Bekasi di harapkan memberikan pelayanan terbaik menindaklanjuti program pencegahan pemakai jarum suntik tersebut. Kota Bekasi juga di harapkan dapat memberikan layanan kesehatan melalui puskesmas yang ada.@winarko

 


Editor: +Catur Prasetya

Menamatkan pendidikan S1 Sastra Inggris Universitas Dr. Soetomo, redaktur yang juga penghobi berat bulutangkis…

Facebook Twitter Google+ Index Berita 



code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty