x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Desak Pemerintah dan Penegak Hukum Tanggap

Kekerasan Perempuan dan Anak Meningkat, Kaum Hawa di Lamongan Demo

Senin, 26 Nopember 2012 15:44 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Kekerasan Perempuan dan Anak Meningkat, Kaum Hawa di Lamongan Demo - Desak Pemerintah dan Penegak Hukum Tanggap - Serikat Perempuan Anti Kekerasan (Sepak) Lamongan berunjuk rasa di kantor Kabupaten (26/11) Foto: Muhtar_LICOM

Serikat Perempuan Anti Kekerasan (Sepak) Lamongan berunjuk rasa di kantor Kabupaten (26/11) Foto: Muhtar_LICOM

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Puluhan aktivis Serikat Perempuan Anti Kekerasan (Sepak) Lamongan menggelar aksi simpatik di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan, Senin siang (26/11/2012).

Para kaum hawa tersebut berunjuk rasa menyusul tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur di Lamongan belakangan ini.

Enny, Koordinator aksi Sepak mengungkapkan, hingga penghujung tahun 2012 tercatat sebanyak 27 kasus kekerasan yang menimpa kaum perempuan utamanya anak dibawah umur. “Itu yang dilaporkan dan terpantau,” katanya dalam orasi.

Aksi keprihatinan ini dilakokan di tiga lokasi. Setelah berunjuk rasa di halaman Pemkab, para aktivis itu melakukan long march menuju Kantor Kejaksaan dan Polres Lamongan.

Sepak menuntut keterlibatan ketiga institusi pemerintah ini untuk cepat, tanggap, adil dan berpihak dalam menangani kasus–kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, khususnya kekerasan seksual dan lebih penting lagi, membersihkan praktik jual beli kasus sebagai tradisi.

Dalam aksinya, massa perempuan itu membentang puluhan poster, spanduk juga menggalang tanda tangan dari para pejabat dan masyarakat termasuk kalangan pers.

Demo kampanye 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan ini dilakukan lembaga “Sepak” itu akhirnya direspon Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB, Hamdani Azahari.

Mewakili Fadeli Bupati, Hamdani menemui massa yang bertahan di teras kantor pemkab. ”Saya mewakili pemerintah daerah termasuk pak bupati dan pak sekkab siap membubuhkan tandatangan yang diinginkan mbak – mbak sebagai bentuk keperdulian dan sependapat dengan tuntutan anda semua,”ungkap Hamdani di depan massa.

Bahkan Hamdani menambahkan, pemkab Lamongan akan mewujudkan perda pada 2013 terkait perlindungan terhadap perempuan dan akan serta  berbagai aspek yang menyangkut kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Puas aksi di pemkab, massa bergerak menuju Kantor Kejakasaan dan Mapolres Lamongan diangkut menggunakan truk Dalmas polres.@muhtar

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty






code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty