x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Tim Ibas dan Sugiri Sancoko Bantah Jadi Penyandang Dana

Berdalih Seminar, Partai Demokrat Mobilisasi Mahasiswa Se-Matraman?

Selasa, 27 Nopember 2012 00:11 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Berdalih Seminar, Partai Demokrat Mobilisasi Mahasiswa Se-Matraman? - Tim Ibas dan Sugiri Sancoko Bantah Jadi Penyandang Dana - Mahasiswa Forum Konsolidasi BEM/DEMA se-Mataraman long march berunjuk rasa di Pendopo Kabupaten Pacitan, Minggu (26/11/2012)/ foto: Rahma_LICOM

Mahasiswa Forum Konsolidasi BEM/DEMA se-Mataraman long march berunjuk rasa di Pendopo Kabupaten Pacitan, Minggu (26/11/2012)/ foto: Rahma_LICOM

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Polemik seputar dugaan memobilisasi mahasiswa se-Matraman melalui seminar dan konsolidasi di Pendopo Kabupaten Pacitan untuk kepentingan politik Partai Demokrat masih menjadi perdebatan.

Sejumlah pihak yang terlibat didalam seminar bertajuk “Gedor Semangat Juang Mahasiswa Membangun Kemandirian Ekonomi dengan Terciptanya Keadilan Sosial dan Kesejahteraan Rakyat” itu pun saling bantah, bahwa kegiatan itu bermutan kepentingan politik paraktis.

Presiden Mahasiswa (DEMA) STKIP Pacitan Mulyadi mengelak tudingan, bahwa dirinya dengan sekelompok aktivis mahasiwa telah “memperjualbelikan” Forum Konsolidasi BEM/DEMA se Matraman kepada Partai Pemenang Pemilu itu.

“Kalau mereka menganggap kegiatan kami ditunggangi kepentingan politik, coba buktikan,” katanya kepada LICOM, Senin (26/11/2012).

Menurut dia, memang dalam seminar dan konsolidasi yang digelar yang diselenggarakan oleh salah satu anggota forum konsolidasi BEM/DEMA se Matraman, STKIP Pacitan, di Pendopo Kabupaten Pacitan Sabtu (24/11/2012) kemarin itu, pihaknya mengundang tiga Partai Demokrat tokoh untuk menjadi pembicara. Diantaranya Sekjen DPP Partai Demokrat Edi Baskoro Yudhoyono, Ketua DPRD Partai Demokrat Jawa Timur Soakarwo dan Wakil Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim Sugiri Sancoko.

Kedati begitu, Mulyadi menampik tudingan bahwa kegiatan kemahasiswaan itu syarat kepantingan politik. Kebetulan saja para pembicara itu berasal dari partai politik yang sama. Mahasiswa semester akhir STKIP Pacitan berdalih, seluruh tokoh yang diundang memang sinkron dengan tema yang diusung saat itu, bagaimana menggedor semangat mahasiswa untuk memikirkan kondisi bangsa ini menjadi lebih baik.

“Kita memang memberikan undangan kepada tokoh-tokoh tersebut. Pak Karwo, misalnya, saya mengundangnya karena kapasitasnya sebagai Gubernur Jawa Timur, bukan atas nama parpol nya,” tukasnya.

Disinggung soal siapa yang membiayai kegiatan terebut, Mulyadi berkelit. Ia mengaku detail anggaran dibawa bendahara.

“Hari ini bendahara tidak masuk kampus. Nanti malam masih akan kita rapatkan karena pengeluaran membengkak,” selorohnya melebar.

Ia lalu merinci, anggaran riil pelaksanaan seminar adalah Rp 14 juta. Dana itu berasal kas BEM STKIP Rp 4 juta, kas BEM STAINU Pacitan Rp 2 juta dan kas BEM PTM Pacitan Rp 500 ribu. Kekurangan anggaran lain, panitia menyebar proposal permohonan dana ke dinas-dinas serta simpatisan/donator yang tidak mengikat seperti pemilik toko.

Mulyadi menampik adanya bantuan dana dari Edi Baskoro Yudhoyono yang saat itu tidak bisa datang.

“Kita memang minta permohonan dana pada DPRD Pacitan, dan realisasinya Rp 1 juta. Kalau pada Bupati, kita hanya pinjam Pendopo,” terusnya.

Menurut perhitungannya, jumlah itu masih kurang karena panitia terpaksa menambah dari uang pribadi masing-masing untuk membeli snack, misalnya. “Nanti malam akan kita rapatkan, kurangnya anggaran kita minta bantuan kampus,” pungkasnya.

Sementara itu, dihubungi melalui telepon selulernya, Sugiri Sancoko melalui humasnya, Rizky Pramudita menyatakan, undangan kepada Sugiri Sancoko sangat mendadak sehingga humas harus mengatur ulang jadwal agar Sugiri Sancoko bisa hadir.

“Kita tidak memberikan dana apapun dalam seminar tersebut. Setahu saya sudah dihandle pemkab,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan koordinator media tim Edy Baskoro, Mashudi. “Tidak ada anggaran untuk seminar. Tapi kalau dari uang pribadi Edy Baskoro, kita tidak tahu,” ujarnya. Edy Baskoro Yudhoyono pun tidak bisa hadir karena jadwal yang padat dan undangan yang datang terlalu mendadak.

Seperti diketahui sebelumnya, STAINU Pacitan, PTM Pacitan, STAIN Ponorogo, STAIN Tulungagung, STAIN Nganjuk, UNISKA, STIT Sunan Giri, dan STAIN Ngawi, delapan anggota forkon yang lain curiga adanya indikasi politik yang melatarbelakangi kegiatan seminar yang dibuat jejaring pacitan.

Selain, kurangnya koordinasi dan merasa tidak dilibatkan, pemateri seminar didominasi oleh tokoh-tokoh dari Partai Demokrat.

Seperti Edy Baskoro Yudhoyono dan Pakde Karwo yang saat itu tidak dapat hadir. Sedangkan Giri Sancoko turut menjadi pembicara seminar yang diikuti oleh tiga ratus orang mahasiswa se-Matraman.

Selain itu, terkenalnya STKIP Pacitan sebagai “Kampus Biru” membuat kecurigaan anggota Forkon lain semakin bertambah.@rachma

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty






code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty