x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Peta Jalan Jadi Instrumen Koordinasi Pembangunan Bidang

Pemerintah Luncurkan Buku Peta Jalan Jaminan Kesehatan Nasional 2012-2019

Kamis, 29 Nopember 2012 23:12 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Pemerintah Luncurkan Buku Peta Jalan Jaminan Kesehatan Nasional 2012-2019 - Peta Jalan Jadi Instrumen Koordinasi Pembangunan Bidang Kesejahteraan Rakyat - Menko Kesra, Agung Laksono/ist.

Menko Kesra, Agung Laksono/ist.

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Menko Kesra, Agung Laksono, meluncurkan buku Peta Jalan Jaminan Kesehatan Nasional 2012-2019. Buku yang memberikan arah dan petunjuk untuk mencapai kepesertaan menyeluruh program jaminan kesehatan nasional.

“Peta jalan ini menjadi instrumen koordinasi pembangunan bidang kesejahteraan rakyat, khususnya bidang kesehatan, untuk memberi akses pelayanan bagi seluruh penduduk Indonesia,” kata Agung, di Jakarta, Kamis (29/11/2012).

Baca juga: Ekspedisi NKRI Koridor Maluku dan Maluku Utara siap beraksi dan Ekspedisi NKRI koridor Maluku & Maluku Utara segera digelar

Agung menambahkan, secara khusus peta jalan ini disusun untuk mempersiapkan beroperasinya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan pada 1 Januari 2014 dan tercapainya Jaminan Kesehatan Nasional (INA-Medicare) untuk seluruh penduduk Indonesia pada 2019.

Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), Chazali H Situmorang, menyebutkan pada 2019, peta jalan menetapkan delapan sasaran. Di antaranya, BPJS Kesehatan telah mendapat kepercayaan penuh publik, seluruh penduduk telah terjamin, fasilitas kesehatan tersebar memadai, serta paket manfaat medis dan non medis sudah sama untuk seluruh peserta.

“Untuk saat ini, tersedia lebih dari 85 ribu dokter praktik umum dan lebih dari 25 ribu dokter praktik spesial, belum termasuk dokter gigi. Secara nasional, jumlah tersebut cukup untuk melayani seluruh rakyat berdasarkan rasio satu dokter praktik umum melayani 3000 orang,” katanya.

Ditambahkan, pelayanan kesehatan saat ini juga didukung oleh jumlah perawat dan bidan yang jumlahnya telah mencukupi. Termasuk tempat tidur di rumah sakit milik pemerintah dan swasta. Sementara tempat tidur di puskesmas yang rasionya telah mendekati satu tempat tidur untuk setiap 1000 penduduk.

Dirjen Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan, Supriyantoro, memastikan pada saat BPJS Kesehatan beroperasi, tidak ada lagi puskesmas yang rusak berat, termasuk rumah dinas kepala puskesmas. Semua penggunaan fasilitas kesehatan dirasakan puas oleh masyarakat.

“Semua mendapatkan pelayanan yang sama,” tegasnya. @hidayat

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty