x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Guru Honorer Tegal Keluhkan Gaji Dibawah UMK

Minggu, 02 Desember 2012 13:32 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Guru Honorer Tegal Keluhkan Gaji Dibawah UMK - Pahlawan Tanpa Tanda Jasa -

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Persoalan guru bantu atau guru honorer di sekolah negeri maupun swasta, dari tahun ke tahun memang takkan ada habisnya. Apalagi menyangkut hal kesejahteraan yang belum layak, sehingga membuat kehidupan guru honorer semakin memprihatinkan.

Hal itu dibuktikan dengan sejumlah guru honorer di SD Negeri Kecamatan Margadana dan Kecamatan Tegal Selatan Kota Tegal, Jawa Tengah telah mengeluhkan gaji yang diterima tidak sesuai Upah Minimum Kota (UMK).

Baca juga: Caleg PKPI Jateng II siap jadi pendamping masyarakat desa dan Mahasiswa dan 9 komplotan "sadis" bersenjata digulung di Jawa Tengah

Salah seorang guru honorer dari SDN Bandung 03 yang namanya tidak mau disebut mengaku merasa pendapatannya seorang guru masih sangat jauh dari harapan. Terlebih lagi, melihat sesama guru honorer yang sudah berkeluarga harus mencari tambahan penghasilan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“Pasalnya, kami yang sudah mengabdi sekitar lima, tujuh atau bahkan sepuluh tahun masih dibayar Rp 200 ribu per bulan. Jumlah ini sangat jauh dari UMK Kota Tegal yang mencapai Rp 860 ribu,” ujarnya kepada wartawan Sabtu (1/12/2012) kemarin.

Hal senada juga diungkapkan guru honorer lainnya SDN Sumurpanggang 01 Purwo menuturkan kepada LICOM dengan bayaran yang sangat rendah itu dirasakan tidak wajar lantaran tidak sesuai jam mengajar yang diterima oleh para guru honorer yang juga dituntut secara profesional.

Sebab disisi lain, guru yang sudah PNS dengan penghasilan diatas Rp 2 juta lebih dan itu belum termasuk tunjangan sertifikasi. “Hal inilah yang sering mengalami kecemburuan sosial terjadi antara guru honorer dengan PNS. Padahal, selama ini jam mengajar guru honorer jauh lebih banyak dibandingkan yang PNS,”katanya.

Menurutnya, memang dulu waktu ada pertemuan kepala sekolah dirinya bersama guru honorer sudah berulangkali mempertanyakan tentang gaji guru yang ingin disetarakan UMK. Namun jawaban dari kepala sekolah, untuk membayar gaji guru honorer itu harus sesuai atau tergantung dengan banyaknya siswa yang masuk di sekolah tersebut. Kalau jumlah siswanya sedikit, maka jumlah bayaran guru honorer pun sedikit pula.

Bahkan selain berkali-kali mepertanyakan pada kepala sekolah, Walikota juga pernah mengimbau dengan mengumpulkan kepala sekolah untuk membayar gaji kepada guru honorer sesuai UMK, tapi hal tersebut tidak dilaksanakan.
“Sayangnya, itu hanya sekadar himbauan dan tidak diperdakan, karena yang diinginkan para guru honorer itu gajinya minimal bisa disamakan dengan UMK Kota Tegal. Sebab, tuntutan kebutuhan semakin tinggi dan tidak bisa ditunda,” terangnya.@Boy Gunawan


Editor: +Catur Prasetya

Menamatkan pendidikan S1 Sastra Inggris Universitas Dr. Soetomo, redaktur yang juga penghobi berat bulutangkis…

Facebook Twitter Google+ Index Berita 



code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty