x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Empat Mantan Tersangka Terancam Dibui Lagi

Kejari Magetan Tempuh Perlawanan Hukum Putusan Kasus KIR

Senin, 03 Desember 2012 23:08 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Kejari Magetan Tempuh Perlawanan Hukum Putusan Kasus KIR - Empat Mantan Tersangka Terancam Dibui Lagi - Kasi Pidsus Kejari Magetan Iwan Winarso /foto; Rochman_LICOM

Kasi Pidsus Kejari Magetan Iwan Winarso /foto; Rochman_LICOM

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan resmi menempuh upaya perlawanan hukum ke Pengadilan Tinggi (PN) Surabaya terhadap putusan hakim praperadilan Pengadilan NegEri (PN) Magetan yang membebaskan empat pejabat tersangka kasus dugaan korupsi Kawasan Industri Rokok (KIR) Bendo.

Sekitar pukul 09.00 pagi tadi, Kejari yang diwakili Kasi Pidsus Iwan Winarso mendatangi kantor PN Magetan untuk meminta persayaratan dan prosedur untuk melakukan upaya perlawanan hukum ke PT.

Kasi Pidsus Kejari Magetan Iwan Winarso mengatakan, upaya perlawanan hukum ini ditempuh karena pihak kejaksaan menuding hakim sidang telah melanggar pasal Pasal 1 angka 10 jo pasal 77 huruf A dan B tentang perdata, yaitu hakim pengadilan negeri hanya berwenang tentang sah tidaknya penangkapan, bukan pemberhentian proses penyidikan.

“Kami akan menguji putusan hakim ini ke PT sebelum adanya putusan sah dari hakim di pengadilan yang lebih tinggi (hakim PT.red) maka 4 pejabat yang bebas itu masih tersangka kami,” ujar Iwan, Senin (03/12/2012).

Iwan juga mengungkapkan, bahwa pelanggaran MOU yang di gembar-gemborkan tim penasehat hukum 4 tersangka itu tidak benar. Pasalnya, sejak bulan Agustus lalu, pihak kejaksaan dan Polres sudah melakukan “joblist” (pembagian tugas dan wewenang ) dalam kasus KIR ini.

“Pihak Polres Dan Kejaksaan itu sudah jauh jauh hari berkoordinasi dalam kasus ini. Polres berfokus pada camat dan lurah. Sedangkan Kejaksaan itu berfokus pada tim-9. Itu berdasarkan pada eksposes pertama Polres di kejaksaan bulan Agustus lalu,” jelas Iwan.

Dengan resmi ditempuhnya upaya perlawanan hukum ini, maka putusan hakim dalam sidang pra peradilan kasus KIR otomatis belum sepenuhnya selesai. Lebih dari itu, 4 orang pejabat yang bebas itu pun masih berpotensi dijebloskan lagi dalam Rutan Magetan.

Kejari Magetan juga tetap bersikukuh penyidikan dan penahanan tersangka kasus dugaan korupsi KIR bendo, yang merugikan Negara sedikitnya 832 juta rupiah itu telah sesuai prosedur.

Sebelumnya, empat tersangka diantaranya, Asisten 1 Suwaji, Kepala Bagian Pemerintahan Eko Muryanto, staff ahli bidang politik dan hukum Venlly T Nicholas serta PPK Disperindag Awang Arfiani dibebaskan setelah majelis hakim tunggal sidang praperadilan mengetuk palu mengabulkan tuntutannya.@rochman





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty