x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Berdiri Tanpa Izin Lengkap

Pembangunan Tower BTS di Lahan PG Jombang Baru Diprotes Warga

Rabu, 05 Desember 2012 13:59 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Pembangunan Tower BTS di Lahan PG Jombang Baru Diprotes Warga - Berdiri Tanpa Izin Lengkap- Perwakilan warga Desa Jombang ditemui Humas PG Djombang Baru Mamid Hendra S /foto: Udin_licom

Perwakilan warga Desa Jombang ditemui Humas PG Djombang Baru Mamid Hendra S /foto: Udin_licom

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Warga Desa Jombang terus melakukan penolakan terhadap pembangunan tower base transceiver station (BTS) di Jl Panglima Sudirman RT 03/RW 01.

Karena warga tidak tahu pemilik tower tersebut, warga menemui Adm PG Djombang Baru. Alasannya, tower tersebut berdiri di lahan perumahan milik PG Djombang Baru.

Saat tiba di pabrik yang tidak jauh dari lokasi berdirinya tower, mereka ditemui Humas PG Djombang Baru Mamid Hendra Swara.

Menurut Mamid, dirinya saat ini belum tahu secara pasti persetujuan pendirian tower tersebut. Kepada warga ia berjanji akan dikoordinasikan permasalaham ini dengan pimpinan di PG Djombang Baru.

“Pak ADM tidak berada di tempat, beliau masih dinas ke luar kota. Namun yang pasti keinginan warga akan kita sampaikan ke pimpinan,” ungkapnya dihadapan warga.

Sementara, saat mediasi dengan Humas PG Djombang Baru, Koordinator warga RT 03 RW 01, Muhadi mengatakan, baik pemilik tower dan pihak PG Djombang Baru tidak pernah mensosialisasikaan sebelumnya. Untuk itu, warga keberatan dengan adanya BTS yang siap beroperasi tersebut.

“Kami menolak pendirian tower tersebut. PG Djombang Baru terutama pemilik tower tidak mengajak untuk berembug. Terpaksa akan kami tutup. Karena jika terjadi sesuatu siapa yang bertanggungjawab,” tegas Muhadi.

Muhadi mengatakan, bahwa tower setinggi 40 meter itu berdiri di tengah-tengah pemukiman warga RT 03 RW 01. “Setahu warga, adanya tower ini akan banyak petir di sekitarnya. Karena itu warga terus mengalami ketakutan,” ujarnya.

Sementara, Ketua Forum Rembug Masyarakat Jombang (FRMJ) Joko Fatah Rachim menyangkan sikap PG Djombang Baru yang pura-pura tidak tahu. Padahal pihak PG sudah menandatangani HO terkait pendirian tower itu.

“Warga sudah ditipu oleh PG Djombang Baru. Aneh jika tidak mengatahui berdirinya tower tersebut. Padahal, telah disepakati di dalam kontrak bahwa tower akan beroparasi selama 20 tahun. Di tambah lagi, berdirinya bangunan tersebut apakah sudah sesuai dengan kualitas bangunan tower itu sendiri? Selama ini masyarakat tidak pernah diajak rembug atas bangunan tower ini,” ungkap Fatah.

Fatah juga menyampaikan, berditinya tower itu juga belum memiliki izin yang valid. Sebab sampai saat ini Badan Pelayanan
Perizinan dan Dinas PU Ciptakarya belum megeluarkan izin bangunan untuk tower BTS tersebut.

Unjuk Rasa Warga Desa Jomaban, Kabupaten Jombang ini terjadi pada Selasa siang (04/12/2012).@udin





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty