x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Supaya Tepat Sasaran

Pendistribusian Raskin Harus Dikoordinasikan Dengan Baik

Kamis, 06 Desember 2012 18:56 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Pendistribusian Raskin Harus Dikoordinasikan Dengan Baik - Supaya Tepat Sasaran - Askesmas Jakarta Timur

Askesmas Jakarta Timur

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Kegiatan koordinasi, monitoring dan evaluasi pendistibusian raskin, tentunya akan lebih memberikan pemahaman kita terhadap program raskin yang sesuai Pedoman Umum Raskin.

Dan bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran Rumah Tangga Sasaran (RTS) melalui pemenuhan sebagian kebutuhan pokok dalam bentuk beras, berbentuk subsidi sebanyak 15 kg/RTS/Bulan dengan harga tebus Rp 1600,00/kg.

Baca juga: Sudin Sosial Jaktim lakukan razia PMKS dan 15 ribu PNS Jaktim ditarget sumbang potong tunjangan Rp24 Miliar

Hal di utarakan Asisten Kesehatan Masyarakat Kota Administrasi Jakarta Timur, Drs. H. Ibnu Hajar, M.Si saat membuka acara Koordinasi, Monitoring dan Evaluasi Pendistribusian Raskin dan Sosialisasi Perubahan Peraturan Gubernur tentang Komisi Daerah Lanjut Usia Tingkat Kota Administrasi Jakarta Timur, di Ruang Pola Kantor Walikota Jakarta Timur, Kamis (6/12/12).

“Jumlah Rumah Tangga Sasaran-Penerima Manfaat (RTS-PM) Raskin di wilayah Jakarta Timur berdasarkan PPLS 2011 yang dilaksanakan oleh BPS adalah sebanyak 64.702 RTS-PM,” kata Ibnu.

Menurut Ibnu, pendistribusian Raskin harus di koordinasikan dengan baik antara Tim Koordinasi Raskin tingkat Provinsi, Kota, Kecamatan dan Tim Pelaksana tingkat Kelurahan serta di monitor pelaksanaannya di masyarakat agar berjalan dengan baik sesuai ketentuan yang ada.

“Pada akhirnya di lakukan evaluasi apabila di temukan sesuatu yang masih menjadi kendala di lapangan sebagai bahan perbaikan di masa mendatang,” ujarnya.

Ibnu menjelaskan, mengenai Perubahan Peraturan Gubernur Nomor 210 Tahun 2010 tentang Komisi Daerah Lanjut Usia menjadi Peraturan Gubernur Nomor 104 Tahun 2012, karena dalam pelaksanaannya tidak efektif antara lain karena belum diatur mengenai kewenangan Ketua. Menetapkan untuk Personalia, Sekretaris II, perwakilan dunia usaha, LSM yang menangani Lanjut Usia dan unsur masyarakat, sehingga perlu di lakukan penyempurnaan.

“Saya berpesan kepada Saudara sekalian untuk dapat menyukseskan Program Raskin sebagai bentuk kegiatan penanggulangan kemiskinan secara ikhlas dan profesional meskipun ada wacana yang masih di rumuskan di tingkat provinsi yakni akan adanya Biaya Operasional Pendukung kegiatan pendistribusian yang bersumber dan dana APBD guna mencegah praktek penjualan raskin kepada RTS-PM di titik distribusi yang tidak sesual Pedoman Umum Raskin,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesos Setkota Administrasi Jakarta Timur, Sutrisna, S.Sos, M.Si, mengatakan, dasar kegiatan ini adalah Pedoman Umum Raskin Tahun 2012 dan Peraturan Gubernur Nomor 104 tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Nomor 210 Tahun 2010 Tentang Komisi Daerah Lanjut Usia.

“Tujuan kegiatan ini adalah tercapainya program raskin yang tepat sasaran dalam upaya penanggulangan kemiskinan dan pemahaman akan keberadaan Komisi daerah lansia dalam upaya memberikan kesejahteraan sosial kepada masyarakat lanjut usia,” tukasnya.

Peserta yang mengikuti kegiatan ini dari unsur aparatur pemerintah dan unsur bidang sosial, unsur teknis terkait, kecamatan, kelurahan dengan jumlah keseluruhan 100 orang, Pejabat Bulog Divre Provinsi DKI Jakarta, Pejabat Biro Perekonomian Pemprov DKI Jakarta (Materi Program Raskin) dan Drs. Usep Setia Mulya, MM selaku Kabag Sosial Biro Kesos Pemprov DKI Jakarta (Materi Komisi Daerah Lansia).@winarko

 


Editor: +Catur Prasetya

Menamatkan pendidikan S1 Sastra Inggris Universitas Dr. Soetomo, redaktur yang juga penghobi berat bulutangkis…

Facebook Twitter Google+ Index Berita 



code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty