x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


159 Ruang Kelas Masih Proses Pengerjaan

Proyek DAK Pacitan Terancam Molor

Senin, 17 Desember 2012 01:27 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Proyek DAK Pacitan Terancam Molor - 159 Ruang Kelas Masih Proses Pengerjaan - Realisasi proyek DAK di Kabupaten Pacitan /foto: rachma-licom

Realisasi proyek DAK di Kabupaten Pacitan /foto: rachma-licom

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Proyek Dinas Pendidikan berupa rehabilitasi dan pembangunan 234 gedung kelas SD/SMP di Pacitan tahun ini terancam molor.

Kabid TK/SD Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Pacitan Martadi mengatakan, hingga saat ini baru 32 persen atau 75 ruangan yang penggarapannya selesai. Sedangkan, 159 ruangan kelas hingga kini masih dalam proses pengerjaan.

“Bila sampai 20 Desember nanti tidak selesai akan dikenanakan denda. Kalaupun meloncat tahun anggaran akan diputus kontrak,” tegasnya, Minggu (16/12/2012).

Kendati waktunya semakin sempit namun, Martadi tetap optimis seluruh proyek akan selesai tahun ini. “agar segera bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar,” jelasnya.

Pihak dindik terus mendesak rekanan untuk segera merampungkan proyek tersebut maksimal tanggal 20 Desember 2012. “Tapi kualitas bangunan harus tetap diutamakan,” tegasnya. Tujuannya, agar bangunan kelas baru maupun yang direhabilitasi tidak membahayakan saat ditempati para siswa mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

Sementara itu, Kasi Sarana dan Prasarana Dindik, Turmudi, menambahkan hasil tinjauan di lapangan, penyelesaian proyek baru mencapai 69 hingga 80 persen. “Itu pantauan awal bulan lalu. Tentunya sekarang sudah hampir rampung,” imbuhnya.

Turmudi yakin, jika proyek tersebut molor pun tidak akan melebihi batas tahun anggaran. Proyek 234 ruang kelas itu nominalnya berkisar di antara Rp 50 juta – 150 juta.

Dengan dana sejumlah itu, pembangunan maupun rehabilitasnya tidak berkategori berat. Baik yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) luncuran,  Dana Insentif Daerah (DID), dan DAK 2012 yang total anggarannya mencapai 24,16 miliar.@rachma

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty






code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty