x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Terungkap, Penyebab Kecelakaan Tujuh Bulan Lalu Tewaskan 45

Tragedi Superjet Sukhoi 100 Tabrak Gunung Salak, Akibat Pilot Teledor

Selasa, 18 Desember 2012 21:19 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Tragedi Superjet Sukhoi 100 Tabrak Gunung Salak, Akibat Pilot Teledor - Terungkap, Penyebab Kecelakaan Tujuh Bulan Lalu Tewaskan 45 Penumpang - Pesawat Superjet Sukhoi 100 produksi Rusia seperti ini menabrak G. Salak . *ist

Pesawat Superjet Sukhoi 100 produksi Rusia seperti ini menabrak G. Salak . *ist

code: 160x600, idcomsky1com is empty


Tragedi pesawat Superjet Sukhoi 100 menbrak Gunung Salak yang terjadi tujuh bulan lalu, akhirnya Selasa ini (18/12/12), Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) baru mengumumkan penyebab pasti tragedi 9 Mei 2012 lalu itu. Hasil investigasi KNKT, penyebab kecelakaan pesawat Rusia itu akibat kelalaian pilot.

Ketika itu, saat melintasi area Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, pilot Aleksander Nikolaevich Yablonstsev sudah mendapat peringatan dari menara kontrol Halim Perdanakusuma. Namun tak dihiraukan.

“Kami memberikan peringatan dari Bandara Halim. Namun tidak dihiraukan oleh pilot,” ujar Ketua KNKT Tatang Kurniadi saat jumpa pers di Ruang 13 Lantai 3 Kantor KNKT Jl Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Selasa (18/12).

Tatang menjelaskan dalam penerbangan itu pilot sudah diperingati agar memutar berbentuk orbit karena ada Gunung Salak. Tapi, pilot terlambat manuver. Seharusnya melakukannya sepuluh detik setelah peringatan itu tersebut.

“Jika pilot sempat menghindar 24 detik sebelum tabrakan, pesawat akan selamat,” jelas Tatang..

Bahkan, pesawat sukhoi itu sebelum lepas landas telah menjalani pemeriksa. Sehingga dikatagorikan layak terbang dan aman pada mesin.

“Mungkin, radar belum bisa menatakan keberadaan Gunung Salak, walaupun mesin dalam kondisi aman,” ujarnya.

Karena itu, Pesawat Sukhoi Superjet 100 menabrak dan jatuh di Gunung Salak. Akibatnya, 45 Penumpangnya tewas, dan tak satu pun selamat dalam tragedi itu.

Pilot yang mengendarai pesawat itu, pilot senior berpengalaman dan sempat jadi pilot pesawat tempur. Pilot bernama Aleksander Nikolaevich Yablonstsev itu, bahkan pernah menjalani pendidikan
sebagai kosmonot. @aguslensa.

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty






code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty