x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Manfaatkan Masa Reses

Anggota DPRD Jatim Blusukan ke Pasar Tradisonal Pacitan

Rabu, 19 Desember 2012 13:52 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Anggota DPRD Jatim Blusukan ke Pasar Tradisonal Pacitan - Manfaatkan Masa Reses - Sugiri Sancoko saat blusukan ke pasar-pasar (rakhma)

Sugiri Sancoko saat blusukan ke pasar-pasar (rakhma)

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Anggota DPRD Jatim dari Partai Demokrat, Sugiri Sancoko, meninjau Pasar Tradisional Minulyo saat kegiatan resesnya di Pacitan. Dalam kunjungannya ke pasar, Giri sempat membeli jamu, tempe benguk/koro, dan jeruk Pacitan.

Wakil rakyat asal Ponorogo tersebut menuturkan, akan melakukan beberapa pembenahan guna menarik kembali minat konsumen untuk melakukan transaksi jual beli di pasar tradisional. “Saya tidak mau pasar tradisional tergusur pasar modern (baca: minimarket),” katanya, Rabu (19/12/2012).

Baca juga: Pilih PKB bukan Gerindra, anggota DPRD Jatim diberhentikan dan Anggota DPRD Jatim protes keras, pembahasan RPJMD tidak prosedural

“Jika di minimarket suasananya bersih ya kita buat pasar tradisional lebih bersih,” imbuhnya. Bila timbangan pada minimarket angka timbangannya pas, pasar tradisional pun harusnya melakukan hal serupa.

Hal yang paling tidak terlupakan dari pasar tradisional adalah budaya antara penjual dan pembeli yang masih sangat erat. “Ketika kita ke minimarket, kita pilih barang, ambil, bawa ke kasir, bayar, selesai. Sangat berbeda dengan pasar tradisional. Di pasar, kita memilih banyak barang, sembari memilih biasanya kita kerap secara tidak langsung terlibat dialog sederhana dengan penjual. Seperti, pripun bu, putrane nopo pun meteng maleh?? (Bagaimana bu, anaknya apa sudah hamil lagi) atau pripun kabare bu? Sampun rabi maleh nopo dereng?? (Bagaimana kabarnya bu? Sudah nikah lagi apa belum?). Itulah indahnya pasar tradisional,” terang Giri panjang lebar disambut gelak tawa para pedagang pasar.

Salah seorang pedagang Pasar Minulyo Pacitan, Sutrisno, menyambut positif kedatangan Sugiri Sancoko. “Pak Giri seolah menyatu dengan pedagang. Saya salut,” ujarnya.

Dengan adanya koneksi dg Giri, para pedagang berharap mendapat dukungan baik material maupun spriritual. “Bantuan material seperti planning dibentuknya kios pasar yang baru menggantikan kios tidak layak. Secara spiritual, dengan adanya taman bacaan di wilayah pasar akan meningkatkan sumber daya manusia masyarakat pasar,” terusnya. @rachma




code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty