x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Mengaku Orang Dekat Bupati

Makelar Tanah Gentayangan di Areal Pelabuhan Internasional Gresik

Senin, 31 Desember 2012 01:45 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Makelar Tanah Gentayangan di Areal Pelabuhan Internasional Gresik - Mengaku Orang Dekat Bupati - Bupati Gresik Sambari Halim Radianto

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Makelar tanah mulai gentayangan di Desa Manyarrejo, Manyar Sidorukun dan Manyar Sidomukti Kecamatan Gresik, yakni wilayah yang rencananya hendak dilaksanakan Pembagunan Pelabuhan Internasional.

Mereka mulai membujuk warga agar mau melepas aset tanahnya untuk dijual dengan harapan mendapatkan untung berlipat-lipat.

Warga Desa di tiga desa inipun mulai resah, lantaran munculnya makelar tanah selalu mengatasnamakan untuk kepentingan pembangunan Pelabuhan Internasioal (PI) yang hendak dilaksanakan pada 2013.

Parahnya lagi, para calo tanah itu mengaku sebagai orang dekat Bupati Gresik Sambari Halim Radianto. Mereka juga menakut-nakuti warga agar segera melepaskan tanahnya. Jika tidak, pemerintah akan membeli paksa dengan harga yang lebih murah dari tawaran para makelar tanah tersebut.

Seorang warga Manyar Rejo mengatakan, karena tipu daya makelar, lahan tambak milik masyarakat itu ada yang dibeli dengan harga Rp 35.000 per meter, Rp 50.000 per meter, Rp 80.000 per meter sampai Rp 300.000 per meter. “Pemilik tanah juga ditakut-takuti jika tidak segera menjual tanahnya maka akan dibeli oleh Pemerintah dengan harga lebih murah dan saluran air menuju tambak akan dibuntu,” ungkap warga yang meminta namanya tidak disebutkan itu, Minggu (30/12/2012).

Di lain tempat, Camat Manyar Jairuddin menjelaskan, pembebasan lahan untuk PI sudah disosialisasikan sejak 2012 oleh Pemerintah Kabupaten Gresik. “Para tokoh masyarakat dan kepala desa di Kecamatan Manyar sudah diberi sosialisasi terkait rencana pembangunan Pelabuhan Internasional pada pertengahan tahun kemarin,” kata Jairuddin.

Saat ini, pembebasan lahan sebanyak 2.500 hektar diserahkan langsung kepada pihak investor yang dimediasi oleh Camat. “Saya sifatnya hanya mediasi, mengenai keputusan harga tergantung negosiasi pemilik lahan dengan investor,” tandas Jairuddin.

Sementara Bupati Gresik Sambari Halim Radianto masih enggan memberikan komentar terkait persiapan pembangunan PI tersebut. Sebab rencana pembangunan PI masih dalam tahap perencanaan sehingga belum waktunya untuk memberikan pejelasan secara rinci.

“Belum launching, sehingga belum berani memberikan keterangan. Pembebasan masih dilakukan secara bertahap,” jelas Sambari beberapa waktu yang lalu.

Diketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik berencana membangun Pelabuhan Internasional dengan luas 2.500 hektar pada 2013, senilai 10 triliun. Untuk mendukung mega proyek tersebut pemerintah setempat juga akan segera membangun bandara pelabuhan internasional di kawasan Kali Mireng, Kecamatan Manyar.

Rencananya, peletakan batu pertama akan dimulai pada tahun depan.@masduki

 





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty