x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Perbaikan Infrastruktur Bengkal Terkendala Anggaran

Bangun Jalan Desa, Pemkab Pacitan Hanya Bantu 175 Sak Semen

Kamis, 03 Januari 2013 22:22 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Bangun Jalan Desa, Pemkab Pacitan Hanya Bantu 175 Sak Semen - Perbaikan Infrastruktur Bengkal Terkendala Anggaran - Gotong-royong rabat jalan dusun di Pacitan /Foto: ist

Gotong-royong rabat jalan dusun di Pacitan /Foto: ist

code: 160x600, idcomsky1com is empty


Pembangunan rabat jalan lingkungan di Desa Bengkal, Kecamatan Tanjugsari Kabupaten Pacitan terkendala kondisi medan (alam) dan anggaran.

Pasalnya, selain kontur tanah berbatu dan berbukit, untuk memperbaiki jalan lingkungan, desa ini hanya mendapat bantuan 175 sak semen dari Pemerintah Daerah (Pemda) Pacitan,

“Di sini ada aktivitas penambangan batu lokasinya tidak permanen (berpindah-pindah). “Ini sangat tidak ideal jika kita bangun infrastruktur jalan dengan cara dirabat. Misalnya tiba-tiba jalan tersebut dilalui kendaraan pengangkut batu atau disekitarnya ditambang batu kan aneh,” ungkap Kepala Desa Bengkal Bambang Widiarsa, Kamis (03/01/2013).

Untuk pembuatan rabat jalan di desa Bengkal, lanjutnya, pihaknya mendapat bantuan berupa 175 sak semen. Perbaikan jalan ini pun dilakukan secara swadaya baik secara material, tenaga, dana, dan peralatan.

“Kegiatan yang dilakukan sejak pertengahan Desember tahun 2012 lalu telah 50 % selesai. Kita masih terkendala anggaran untuk menyempurnakan infrastruktur tersebut,” terangnya.

Selain penyelesaian rabat jalan, tahun 2013, lanjut Bambang, dalam hal lain, Desa Bengkal juga berupaya mewujudkan MCK plus (Mandi Cuci Kaki Plus). “Plus” disini maksudnya, kotoran yang terkumpul baik hewan maupun manusia akan digunakan sebagai biogas untuk masyarakat sekitar.

“Kedepannya, kita ingin mengganti penggunaan elpiji dengan biogas yang jauh lebih hemat dan aman,” pungkasnya.@rachma

 





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty