Ist/Ilustrasi tradisi Cirebon yang nyaris punah
LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) secara tegas akan membangkitkan kebudayaan Cirebon yang kini mulai punah. Padahal, di Cirebon memiliki 17 kesenian, namun yang punah ada tiga, yakni genjring, lais dan sandiwara.
Itu dikatakan H Asdulla, Kadisbudparpora Cirebon pada LICOM, Kamis (10/1/2013).
Baca juga: Atasi geng motor, Kapolres Cirebon Kota perintahkan 'tembak di tempat' dan Bu Asiah "Janda Tangguh", pemburu rezeki "halal" Rp 35 ribu demi 8 anak
“Ketujuhbelas kesenian tradisional ini dahulu banyak diminati masyarakat lokal maupun mancanegara. Seperti halnya Tarling, Masres (Sandiwara), Topeng, Angklung dan Genjring yang hingga ke mancanegara, namun kini nampaknya punah,” ujarnya.
Sementara, punahnya ketiga kesenian ini karena banyak masyarakat yang tidak memanggil untuk pentas. Masyarakat Cirebon sendiri cenderung lebih mengembangkan dangdut (Organ Tunggal). Padahal, biaya sewa dikatagorikan sangat mahal. “Masyarakat harus mencintai Cirebon sebagai kota budaya dan pariwisata,” tuturnya.
Dia meminta bila ada acara mapag sri, baik di 40 kecamatan maupun 424 desa dan kelurahan untuk selalu membangkitkan budaya Cirebon. Dengan menampilkan kesenian-kesenian yang punah, seperti genjring, masres dan angklung. “Sehingga, Kota Udang yang kaya budaya ini bukan hanya nama saja,” tandasnya.
“Kami, berharap kepada masyarakat agar benar-benar membesarkan kesenian tradisional ini. Agar Cirebon tetap menjadi kota budaya dan pariwisata yang sangat dibanggakan, baik masyarakat lokal maupun para turis mancanegara. Pasalnya, kesenian seperti masres (sandiwara) yang sudah menjulang ke mancanegara, namun kini punah. Padahal masres mengingatkan sejarah-sejarah penyebaran Islam di tanah Jawa serta menyadarkan kita untuk mengingat para pejuang terdahulu,” ungkapnya.@moch mansur
Berita Terkait:
4 menit yang lalu
21 menit yang lalu
50 menit yang lalu
1 jam yang lalu
1 jam yang lalu
1 jam yang lalu
2 jam yang lalu
2 jam yang lalu
2 jam yang lalu
2 jam yang lalu