x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Tiga Kesenian Tradisional Disebut-sebut Nyaris Punah

Disbudparpora Minta Masyarakat Kembali Bangkitkan Budaya Cirebon

Kamis, 10 Januari 2013 22:44 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Disbudparpora Minta Masyarakat Kembali Bangkitkan Budaya Cirebon - Tiga Kesenian Tradisional Disebut-sebut Nyaris Punah - Ist/Ilustrasi tradisi Cirebon yang nyaris punah

Ist/Ilustrasi tradisi Cirebon yang nyaris punah

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) secara tegas akan membangkitkan kebudayaan Cirebon yang kini mulai punah. Padahal, di Cirebon memiliki 17 kesenian, namun yang punah ada tiga, yakni genjring, lais dan sandiwara.

Itu dikatakan H Asdulla, Kadisbudparpora Cirebon pada LICOM, Kamis (10/1/2013).

Baca juga: Pimpinan Yayasan Al-Maghfurullah Cirebon ngaku Tuhan, digeruduk warga dan Elpiji 3 kg langka di Cirebon

“Ketujuhbelas kesenian tradisional ini dahulu banyak diminati masyarakat lokal maupun mancanegara. Seperti halnya Tarling, Masres (Sandiwara), Topeng, Angklung dan Genjring yang hingga ke mancanegara, namun kini nampaknya punah,” ujarnya.

Sementara, punahnya ketiga kesenian ini karena banyak masyarakat yang tidak memanggil untuk pentas. Masyarakat Cirebon sendiri cenderung lebih mengembangkan dangdut (Organ Tunggal). Padahal, biaya sewa dikatagorikan sangat mahal. “Masyarakat harus mencintai Cirebon sebagai kota budaya dan pariwisata,” tuturnya.

Dia meminta bila ada acara mapag sri, baik di 40 kecamatan maupun 424 desa dan kelurahan untuk selalu membangkitkan budaya Cirebon. Dengan menampilkan kesenian-kesenian yang punah, seperti genjring, masres dan angklung. “Sehingga, Kota Udang yang kaya budaya ini bukan hanya nama saja,” tandasnya.

“Kami, berharap kepada masyarakat agar benar-benar membesarkan kesenian tradisional ini. Agar Cirebon tetap menjadi kota budaya dan pariwisata yang sangat dibanggakan, baik masyarakat lokal maupun para turis mancanegara. Pasalnya, kesenian seperti masres (sandiwara) yang sudah menjulang ke mancanegara, namun kini punah. Padahal masres mengingatkan sejarah-sejarah penyebaran Islam di tanah Jawa serta menyadarkan kita untuk mengingat para pejuang terdahulu,” ungkapnya.@moch mansur

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty