x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Anggap Bagian dari Masterplan Pendidikan Surabaya

Lawan DPRD, Kadindik Surabaya Tetap Mutasi Guru

Jumat, 11 Januari 2013 16:14 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Lawan DPRD, Kadindik Surabaya Tetap Mutasi Guru - Anggap Bagian dari Masterplan Pendidikan Surabaya - Ikhsan, Kadindik Surabaya

Ikhsan, Kadindik Surabaya

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM : Menyikapi derasnya polemik terkait kebijakan mutasi guru, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya Ikhsan angkat bicara. Menurutnya, pemindahan guru merupakan bagian dari masterplan pendidikan yang sudah tertuang dalam kertas kerja Dindik Surabaya.

Sebelumnya, keputusan mutasi ribuan guru sempat dibahas di Komisi D DPRD Kota Surabaya dengan rekomendasi ditunda. Namun, keputusan ini tidak digubris oleh Dindik Surabaya.

Baca juga: Walikota Surabaya warning bawahannya agar jauhi KKN dan Inilah susunan sementara Ketua Fraksi DPRD Surabaya

Secara garis besar, rencana kerja Dindik terbagi dalam delapan tahapan. Tahap awal meliputi perubahan paradigma guru, pembekalan strategi mengajar, dan pendampingan guru dalam membuat silabus (susunan mata pelajaran). Kadindik menjelaskan, setelah itu bahan ajar tadi disiapkan dalam bentuk modul elektronik. Intinya, seluruh sekolah di Kota Pahlawan bakal memiliki standar tertentu mengacu dari proses tahapan itu.

“Nah, rotasi guru ini merupakan rangkaian yang sudah kami rencanakan jauh-jauh hari,” papar Ikhsan ketika memberikan keterangan pers di Kantor Humas Pemkot Surabaya, Jumat (13/1/2013).

Ikhsan melanjutkan, untuk tahap pertama Dindik merotasi 1138 guru. Kebijakan ini didasarkan atas beberapa pertimbangan, diantaranya kebutuhan sekolah akan guru tertentu, penyegaran guru, dan pemerataan guru di tiap sekolah. Dengan itu, diharapkan seluruh sekolah di Surabaya punya kualitas yang sama. Tidak ada lagi ketimpangan mutu antara sekolah satu dengan yang lainnya.

Mantan Kepala Bapemas & KB Kota Surabaya ini menampik tudingan bahwa penentuan guru yang dipindah berdasarkan faktor suka atau tidak suka. Sebaliknya, Ikhsan mengatakan, yang dijadikan acuan adalah database pendidikan milik Dindik. “Dari database itu bisa terlihat secara jelas sekolah A punya kelebihan atau kekurangan guru apa. Termasuk di dalamnya juga memuat profil lengkap masing-masing guru. Itulah yang kami pakai sebagai dasar, bukan pertimbangan lainnya,” tegasnya.

Sementara Kabag Hukum Pemkot Surabaya Maria Ekawati Rahayu menambahkan, tidak ada pelanggaran prosedur dalam keputusan Dindik merotasi para guru. Hal itu jika mengacu Perda No. 16 Tahun 2012 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan.@iwan_christiono

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty