x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Pemkab Lakukan Penanganan Darurat

Lagi, Jembatan di Pacitan Putus Akibat Banjir

Sabtu, 12 Januari 2013 05:16 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Lagi, Jembatan di Pacitan Putus Akibat Banjir - Pemkab Lakukan Penanganan Darurat - Jembatan di Desa Borang, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur putus akibat tergerus air

(Foto: VALLENT RASTAFARA)Jembatan di Desa Borang, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur putus akibat tergerus air

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Jembatan di Desa Borang, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur putus akibat tergerus air. Jembataan yang melitang di atas sungai Grindulu itu ambrol ambrol sepanjang 20 meter di sisi utara.

Tak urung, lalu lintas warga di wilayah Desa Borang, Gembong, Gegeran, dan Pagutan Kecamatan Arjosari terganggu. Perjalanan dari dan ke jalan raya Pacitan–Ponorogo harus melintasi jembatan lain di Desa Pagutan. Jarak tempuhnya lebih jauh lima kilometer.

Baca juga: Kemarau basah pengaruhi mutu gabah di Pacitan dan Empat rumah di Pacitan tertimpa material longsor

“Karena jembatannya putus, terpaksa harus berjalan memutar,” kata Poniman, seorang warga Dusun Ngasem Desa Gembong, Arjosari.

Sugeng Zanuriyadin, seorang warga Desa Borang mengungkapkan, jembatan penghubung sudah putus tiga kali. Pertama terjadi pada tahun 2011. Setelah rusa, jembatan itu lalu putus lagi di tahun berikutnya. “sekarang kok putus lagi. Titik kerusakannya pun sama di sisi utara infrastruktur tersebut. Padahal, perbaikan selama dua tahun lalu juga sudah dijalankan oleh pemkab setempat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Pacitan, Budiyanto membenarkan jika penyebab kerusakan jembatan itu akibat pergeseran alur Sungai Grindulu. Hingga akhirnya menerjang bagian bawah bangunan penghubung jembatan dengan jalan secara terus menerus.

“Ini karena fenomena alam dan secara teknis alur sungai selalu berpindah-pindah,” paparnya.

Meski begitu, pihak pemkab tidak tinggal diam. Dalam waktu dekat upaya penanganan darurat bakal dijalankan. Yakni, dengan memasang balok besi sebagai ganti bangunan penghubung jembatan dengan jalan yang amblas. Dengan begitu, infrastktur masih bisa dilintas sepeda motor, sepeda onthel, dan pejalan kaki.@rachma




code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty