x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Mutasi Pejabat Jelang Pilgub, Disorot DPRD

Gubernur Jabar Dituding ‘Lecehkan’ SE Mendagri

Jumat, 18 Januari 2013 22:22 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Gubernur Jabar Dituding ‘Lecehkan’ SE Mendagri - Mutasi Pejabat Jelang Pilgub, Disorot DPRD - Ist/Anggota Komisi A DPRD Jabar Deden Darmansyah

Ist/Anggota Komisi A DPRD Jabar Deden Darmansyah

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Menjelang Pilgub Jabar yang tinggal sebulan lagi, tepatnya 24 Februari 2013, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan melakukan perombakan pejabat eselon II, III dan IV.

Langkah ini diduga melanggar Surat Edaran (SE) Mendagri No. 800/5535/SJ tertanggal 27 Desember 2012 tentang larangan Kepala Daerah melakukan mutasi atau rotasi jabatan struktural dalam waktu enam bulan sebelum pelaksanaan Pilkada kecuali untuk mengisi jabatan yang kosong dan meninggal dunia.

Baca juga: Jelang akhir jabatan, DPRD Jabar bentuk 10 pansus Raperda dan DPRD Jabar desak segera tuntaskan soal kekosongan Direksi BJB

Dalam SE Mendagri tersebut cukup jelas bahwa Kepala Daerah dilarang melaksanakan mutasi atau rotasi pejabat. Namun nyatanya, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan yang juga mencalonkan diri kembali melantik sebanyak 193 pejabat di lingkungan Pemprov Jabar, Jumat (18/1/2013). Hal ini menandakan Gubernur telah mengabaikan SE Mendagri.

Demikian dikatakan anggota Komisi A DPRD Jabar H Deden Darmansyah kepada LICOM saat dihubungi via telepon selulernya terkait pelantikan pejabat eselon II, III dan IV.

Dikatakan, merujuk SE Mendagri No 800/5535/SJ tahun 2012, Komisi A DPRD Jabar akan memanggil Badan Kapegawaian Daerah (BKD) Jabar untuk dimintai klarifikasi terkait telah dilakukan pelantikan pejabat struktural di lingkungan Pemprov Jabar yang dilakukan oleh Gubernur.

Dalam SE tersebut, dikatakan Kepala Daerah dalam hal ini Gubernur Jabar dimungkinkan  melantik pejabat structural, apabila jabatan tersebut kosong. Namun, dalam pelantikan kali ini, ternyata ada beberapa pejabat yang jelas-jelas mutasi atau rotasi. Hal ini tentunya akan menjadi persoalan  dikemudian hari.

Dari daftar lampiran Keputusan Guberner Jabar No.821.2/Kep.49-BKD/2013 ternyata dari 15 pejabat eselon II, ada beberapa pejabat yang dikukuhkan kembali dan ada juga yang baru dilantik.

Pejabat eselon II yang dikukuhkan tersebut, di antaranya H Pery Soeparman SH,MM,M.SI Inspektur Pemprov Jabar, Prof Dr Ir DenyJuanda Puradimaja DEA, Kepala Bappeda Jabar dan Achadiat Supratman Sanro’i SH MH.

Adapun yang dilantik / pejabat baru diantara Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Dr H Anton Gustoni MSi,  Kepala Badan Ketahanan Pangan Jabar Dr Ir Hj Dewi Sartika MSi, Sekretaris BKSP Jabodetabekjur, Ir Asep Sukarno MSi MT.

Selain itu juga dari 175 orang pejabat eselon III dan IV yang dilantik ternyata semuanya adalah pejabat baru yang dirotasi dan mutasi, tidak ada satupun yang pejabat lama yang dikukuhkan. Hal ini jelas-jelas tidak sesuai dengan SE Mendagri. @husein.

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty