x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Pemindahan Napi Koruptor ke Lapas Sukamiskin DiSorot

I Wayan Titib: Mereka Penjahat Ekonomi, Kenapa Harus Diistimewakan

Senin, 21 Januari 2013 19:10 WIB (1 year yang lalu)Editor:
I Wayan Titib: Mereka Penjahat Ekonomi, Kenapa Harus Diistimewakan - Pemindahan Napi Koruptor ke Lapas Sukamiskin DiSorot - I Wayan Titib

(Foto: Dhimas Prasaja)I Wayan Titib

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Pemindahan 30 narapida kasus korupsi di Lapas Porong, Jawa Timur (Jatim), ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin mendapat sorotan dari pakar hukum I Wayan Titib Sulaksana.

Pasalnya, dengan pemindahan para koruptor yang menggunkana kereta api kelas eksekutif itu ke Lapas Sukamiskin kesan para tahanan korupsi tersebut diistimewakan.

Baca juga: Kekerasan jurnalis, AJI-LBH Pers Surabaya desak aparat tegas dan Mr D-Unifit kampanye satwa liar melalui live T-Shirt

“Mereka itu kan penjahat ekonomi, kenapa harus di istimewakan, dengan menggunakan kereta eskekutif (argo wilis),” tegas pakar hukum universitas Airlangga(Unair) ditemui diruang kerjanya, Senin (21/1/2013).

Wayan titib menambahkan bahwa tindakan Kantor Wilayah Hukum dan HAM (Kanwilkumham) Jatim itu dinilai sebagai bentuk tindakan tidak adil dalam memberlakukan para narapidana.

Wayan menegaskan karena kadar kejahatan yang ditimbulkan para napi yang bergelar koruptor itu dampaknya sangat besar sekali jika dibandingkan dengan orang yang terlibat kasus pencurian. “Itu jelas tidak adil, harusnya mereka dipindahkan dengan menggunakan bus tahanan saja,” tukas I Wayan Titib.

I wayan titib masih ragu dengan kebijakan lembaga penegak hukum dalam memberantas korupsi. “Tidak sepantasnya napi yang telah merugikan keuangan negara mendapatkan perlakuan istimewa dengan menumpang kereta api eksekutif,’ pungkas i wayan titib.

Seperti diberitakan sebelumnya pada Rabu(16/1/2013) sebanyak 30 tahanan korupsi dari Lapas Porong, Jawa Timur, `dilayar`(istilah-diberangkatkan) ke Lapas Sukamiskin, Bandung Jawa Barat melalui Stasiun Gubeng.

Para tahanan itu diberangkatkan dengan kereta argowilis gerbong nomer 5, tepat pukul 07.30 WIB dan diperkirakan tiba di Bandung pada pukul 19.30 malam nanti.

Selain dikawal pengamanan dari lapas, mereka juga dijaga anggota Brimob Polda Jatim bersenjata lengkap dan Polsuska (Polisi Khusus Kereta Api) di sekitar stasiun. Dalam gerbong itu ada 50 tempat duduk. 30 kursi untuk tahanan, sisanya digunakan pengawal.@dhimasprasaja

 


Editor: +Catur Prasetya

Menamatkan pendidikan S1 Sastra Inggris Universitas Dr. Soetomo, redaktur yang juga penghobi berat bulutangkis…

Facebook Twitter Google+ Index Berita 



code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty