x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Tak Lazim tapi Membahagiakan

Unik, Pemuda Nikahi Nenek Usia 70 Tahun

Kamis, 24 Januari 2013 19:26 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Unik, Pemuda Nikahi Nenek Usia 70 Tahun - Tak Lazim tapi Membahagiakan -

(Foto: Boy Gunawan)

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Tujuan sebuah Pernikahan yakni mewujudkan keluarga saqinah, mawadah dan warohmah, selain itu juga untuk meraih keturunan serta kebahagiaan. Namun bagaimana jika salah satu pasangan yang dinikahinya itu sudah terbilang uzur dan menapouse?

Pernikahan yang terbilang sangat unik dan langka yang dizaman modern ini tidak semua orang yang mau untuk melaksanakannya, namun hal ini dilakukan oleh pasangan Nursidiq (30) dan Syafa’ah (70), Warga RT 02/01 Kalijambe, Tarub, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, ini baru saja melakukan prosesi akad nikah di KUA setempat, pada Kamis (24/1/2013) siang.

Baca juga: Perampok `baik hati` masih sempat buatkan susu buat bayi korban dan Caleg PKPI Jateng II siap jadi pendamping masyarakat desa

Alasan pernikahan yang dilakukan keduanya terbilang cukup sederhana, yakni, lantaran sudah Takdir Tuhan. Syafaah (mempelai wanita berusia 70 tahun-red), merupakan seorang janda, yang ditinggal mati suaminya pada Mei 2012 yang lalu.

Selama menikah kurang lebih 20 tahun, wanita yang sudah menunaikan ibadah haji dua kali di tanah suci ini, belum dikaruniai keturunan. Dalam kesehariannya, Syafaah merupakan seorang petani tulen yang memiliki banyak sawah, orang kampung sini biasa menyebutnya ‘Juragan’, sedangkan Nursidiq, merupakan pemuda desa yang masih satu RT.

Nursidiq, sendiri adalah seorang pemuda desa yang menjabat sebagai Kasie Pemerintahan di Desa Kalijambe. Entah mengapa, keduanya sepakat untuk melakukan pernikahan ini.

Dengan mas kawin berupa uang sebesar Rp 100 ribu, prosesi ijab qabul pun dilakukan, di KUA setempat dengan secara sederhana.

Ketika ditanya LICOM seputar pernikahannya, Syafaah dengan senyumnya yang khas mengatakan, saya juga sempat terkejut dan tak terpikirkan dalam benaknya, kalau ia akan dinikahi Nursidiq. Namun ia juga merasa senang karena setelah menjanda selama 8 bulan, akhirnya ia memiliki pendamping hidup yang baru.

Syafaah yakin kalau pernikahan yang keduanya ini tak mungkin lagi akan dikaruniai keturunan. Hal ini mengingat usia dirinya sudah menginjak 70 tahun. Dimana sudah masuk masa menapouse bagi seorang wanita,ujarnya

“Ya mungkin ini yang namanya jodoh mas, tidak ada yang tahu. Kami dipertemukan Allah untuk menjalin sebuah ikatan keluarga sebagai pasangan suami istri. Pernikahan ini juga karena kemauan kami berdua, tak ada paksaan dari pihak manapun,” kata Syafaah dengan penuh bangga.

Sayangnya, LICOM tidak berhasil menemui Nursidiq. Ia tak dapat dikonfirmasi. Sebab saat usai ijab qabul di KUA, ia langsung mengantarkan permaisurinya pulang ke rumah dan pergi lagi entah kemana. Hingga prosesi walimahan di rumah isterinya usai, Nursidiq tak kunjung muncul juga.

Sementara itu, Haerun, penghulu di KUA Tarub, mengatakan kepada LICOM, Alhamdulillah prosesi ijab qabul hari ini berjalan lancar. Dengan disaksikan sejumlah kerabatnya, prosesi itu dilakukan di KUA.

Baginya, perkawinan dengan tautan usia yang cukup jauh itu sudah banyak terjadi di kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal ini. “Sehingga pernikahan ini terbilang bukan hal yang aneh lagi,” katanya.

“Mungkin mempelai laki mengikuti sunah rasul. Dimana Rasulallah sendiri kan menikahi Siti Khodijah yang sudah berusia 40 tahun. Pernikahan ini memang unik tapi juga sudah banyak terjadi di Tarub. Hanya saya tidak tahu jumlah persisnya,” pungkas Haerun.@Boy Gunawan

 

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty



Editor: +Catur Prasetya

Menamatkan pendidikan S1 Sastra Inggris Universitas Dr. Soetomo, redaktur yang juga penghobi berat bulutangkis…

Facebook Twitter Google+ Index Berita 



code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty