x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Dana Sudah Digelontorkan, Realisasi Tidak 100 Persen

Program Rumah Tak Layak Huni dari Kemenpera Diprotes Warga Brebes

Senin, 28 Januari 2013 19:34 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Program Rumah Tak Layak Huni dari Kemenpera Diprotes Warga Brebes - Dana Sudah Digelontorkan, Realisasi Tidak 100 Persen - Ist/Salah satu rumah tak layak huni

(Foto: boy)Ist/Salah satu rumah tak layak huni

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Program rumah tidak layak huni (RTLH) dan bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) diprotes puluhan keluarga miskin (Gakin) di Desa Tegalwulung, Jatibarang, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Pasalnya, program yang digelontorkan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) sejak tahun 2010 itu hingga kini belum terealisasi 100 persen.

Program Kemenpera memberikan bantuan stimulan berupa uang sebesar Rp 6 juta. Pemberian tersebut dilakukan dalam dua termin, selama setahun. Uang tersebut digunakan untuk bantuan perbaikan rumah warga yang tak laik huni.

Baca juga: Kades Lawungsari, Brebes, divonis menyimpangkan meras miskin dan Tradisi boyong kentongan, upacara suksesi kepala desa

Kasriah (40), warga RT 08/02 Tegalwulung, Jatibarang, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengaku kecewa dengan program tersebut. Ia mengaku didata petugas dari kelurahan setempat pada tahun 2010 lalu namun hingga kini belum terealisasi. Padahal, rekan-rekan lainnya sudah mendapatkan bantuan.

“Saya sudah diidaftar pada tahun 2010 lalu namun hingga kini tak ada kejelasan. Padahal warga lainnya sudah dapat bantuan. Rumah saya kondisinya paling jelek dan rusak dibanding warga lainnya,” ujar Kasriah,kepada LICOM, Senin siang (28/1/2013).

Hingga saat ini saya hanya dijanjikan akan mendapatkan bantuan tersebut pada tahun depan saja oleh petugas pamong desa. Namun anehnya hingga memasuki tahun ketiga ini, program tak jua kunjung terwujud. Belakangan ia dijanjikan lagi akan diikutkan pada program tahun 2014 mendatang, tambahnya.

Ibu dari tiga anak ini mendambakan bantuan stimulan, mengingat kondisi rumahnya sangat mengenaskan. Rumah berukuran 7×10 meter ini kondisinya rusak berat. Atap gentengnya sudah banyak yang bolong-bolong, sehingga membuat air hujan mudah masuk ke dalam.

Hampir seluruh dinding temboknya rusak, plesterannya sudah rontok. Kemudian lantainya juga masih berupa tanah. Untuk memperbaiki rumah, ia tak sanggup mengingat suami kerjanya hanya sebagai cleaning servis di kantor pemerintahan setempat. Ia sendiri sebagai buruh cuci pakaian warga sekitar, ujarnya memelas.

Menyikapi hal tersebut, petugas unit pengelola kegiatan (UPK) Karya Hikmah, Tarjuki,saat ditemui LICOM, mengatakan, program tersebut memang ada skala prioritasnya. Sehingga sekalipun warga sudah difatrakan namun harus mengikuti tahapan verifikasi. Hal ini mengingat anggaran yang disiapkan sangat terbatas.

Pada tahun 2012 lalu, pihaknya mengajukan 129 rumah untuk mendapatkan bantuan tahun 2013. Namun yang dinyatakan lolos verifikasi dari Kemenpera hanya 112 rumah. Selebihnya akan diajukan kembali pada tahun 2013 ini.

“Memang ada skala prioritas untuk memberikan bantuan stimulan rumah. Kewenangannya ada di pemerintah pusat, kami hanya mengajukan saja. Jadi jika masih ada sisa rumah yang tidak layak tapi belum mendapatkan bantuan, kami usulkan dalam program lanjutan,” ujarnya.

Dalam catatan Tarjuki, saat ini di desa Tegalwulung terdapat sedikitnya 312 rumah yang tak layak huni. Seluruh rumah itu sebenarnya sudah diajukan pada tahun 2012 lalu. Namun banyak yang dicoret lantaran tak lolos verifikasi.

Adapun kriteria rumah yang berhak mendapatkan bantuan stimulan itu antara lain, dindingnya masih berupa susunan bata yang belum diplester. Kemudian lantai tanah dan gentengnya masih model lama atau banyak yang bocor.

Namun ketika LICOM bersama sejumlah wartawan Nasional lainnya terjun langsung kelokasi, banyak ditemukan ketimpangan. Banyak rumah warga Desa yang sebenarnya layak huni terdaftar dan menikmati program Kemenpera tersebut namun rumah warga lainnya yang benar-benar layak mendapat bantuan malah tidak bisa menikmati program tersebut.

Warga miskin meminta agar pemerintah lebih selektif lagi atau jika perlu langsung terjun kelapangan agar program Kemenpera tersebut berjalan sesuai dengan peruntukannya. @boy

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty