x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


85 Tahun Berkomitmen Tinggi Menjaga Kualitas dan Rasa

Kecap Bango Berawal Dari Toko Kecil Garasi Rumah

Sabtu, 02 Februari 2013 11:15 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Kecap Bango Berawal Dari Toko Kecil Garasi Rumah - 85 Tahun Berkomitmen Tinggi Menjaga Kualitas dan Rasa - Tumpenagan Ulang Tahun Kecap Bangau Ke-85

(Foto: Rudi Puwoko-LICOM)Tumpenagan Ulang Tahun Kecap Bangau Ke-85

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Bango, merk kecap terkemuka produksi PT Unilever Indonesia Tbk merayakan ulang tahunnya yang ke 85.

Melalui perjalanan yang begitu panjang, Bango hadir di tengah masyarakat dan menjadi bagian kekayaan kuliner Nusantara dengan konsistensi dan sepenuh hati dalam menjaga kualitas rasa.

Ainul Yaqin, Foods Director PT. Unilever Indonesia Tbk menceritakan, perjalanan Bango dimulai dari langkah kecil Tjoa Pit Boen yang mendirikan usaha rumahan di kawasan Benteng, Tangerang, pada tahun 1928. Bango, pertama kali dijajakan di toko kecil di garasi rumahnya.

Rasa dan kualitas kecap Bango yang prima, membuatnya jadi tersebar luas melalui kabar mulut ke mulut. Berkat usaha keras dan konsistensi dalam menjaga rasa dan kualitas, Bango terus bertahan bahkan lebih berkembang. bahkan pertumbuhannya semakin pesat ketika Bango diakuisisi oleh Unilever pada tahun 2001.

“Secara filosofis, nama Bango dipilih pendirinya agar kecap ini dapat terbang tinggi. Kami bersyukur Bango mampu mengokohkan dirinya sebagai merek kecap nomor satu di Indonesia,” ujar Ainul Yaqin kepada LICOM di Oasis Restaurant, Cikini, Jakarta.

“Semua ini tercapai karena selama 85 tahun Bango selalu konsisten dalam menjaga kualitas sepenuh hati, yang tercermin dalam penggunaan bahan-bahan terbaik dan proses pembuatan dengan standar tertinggi,” sergahnya.

Ditambahkan Marieska Widhiana, Senior Brand Manager Bango bahwa kecap ini hanya menggunakan kedelai hitam dengan kualitas terbaik untuk dapat menghasilkan rasa lebih gurih alami yang merupakan syarat kualitas kecap yang tinggi.

“Kedelai hitam terbaik menjadi kunci bagi kelegendarisan Bango. Selain karena menghasilkan rasa yang jelas berbeda, penggunaan kedelai hitam adalah bentuk komitmen kami untuk melestarikan resep otentik kecap manis,” kata Marieska sumringah.

Kepedulian Bango yang begitu tinggi akan kedelai hitam dibuktikan dengan pengembangan varietas kedelai hitam khusus bernama Mallika. Mallika adalah varietas kedelai hitam unggulan yang dikembangkan melalui kerjasama tim peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan Unilever Indonesia untuk Bango.

Hadir pada syukuran 85 tahun Bango antara lain Prof. Mary Astuti selaku Guru Besar Fak. Teknologi UGM dan penemu kedelai Mallika, Maya Tamimi (Enhancing Livelihood Program Manager PT. Unilever Indonesia Tbk), Bondan Winarno dan artis Surya Saputra.@rudi

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty






code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty