x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Petani Tak Melakukan Pola Tanam Serentak

Bawang Merah Nganjuk Melimpah, Harga Anjlok

Sabtu, 09 Februari 2013 15:27 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Bawang Merah Nganjuk Melimpah, Harga Anjlok - Petani Tak Melakukan Pola Tanam Serentak - Petani Bawang Merah di Kabupaten Nganjuk

(Foto: Ist)Petani Bawang Merah di Kabupaten Nganjuk

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Pencanangan Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur sebagai pusat penghasil bawang merah bisa dikatakan mengalami kesuksesan. Namun harga komoditas ini semakin merosot.

Hal ini terjadi karena petani tidak melakukan pola tanam serentak, setahun dua kali, namun sekarang petani menanam setiap pergantian masa hidup tanam.

Artinya, setiap saat petani menanami lahannya bawang merah. Sebelumnya petani mengkombinasi, setelah bawang merah diseling Jagung atau kedelai kemudian bawang merah.

“Sekarang sudah hampir setahun ini petani di sentra lokasi menanam bawang merah terus-menerus,” kata Penyuluh Lapangan UPTD Dinas Pertanian Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Sumpito, Sabtu (09/02/2013).

Menurutnya, keuntungan dari pola tanam yang demikian itu memang ketersediaan bawang merah jadi tercukupi setiap saat tapi dampak negatifnya harga semakin anjlok karena petani menjualnya dalam kondisi masih basah.

“Mereka terpaksa menjual dalam kondisi basah karena keterbatasan modal yang dimiliki, kalau modal disimpan maka petani tidak bisa menanam lagi, karena modalnya tertahan,” jelasnya.

Sebenarnya,lanjut Sumpito,ini bisa diatasi dengan cara, adanya pelipatan permodalan petani dengan memanfaatkan bantuan dana perbankan.

“Sementara ini petani masih belum memiliki akses permodalan perbankan, karena keterbatasan informasi,” ungkapnya.

Padahal banyak perbankan yang telah menyediaakan dana cadangan modal usaha.”Kita akan berupaya berdayakan mereka melalui kelompok- kelompok tani yang ada,” pungkas Sumpito.

Informasi terakhir di sentra bawang merah, harga jual bawang merah kondisi basah kini Rp 2.500 per kilogram, sementara pada Desember tahun lalu, harga bawang merah kondisi basah bisa mencapai Rp 4 ribu-4.500 per kilogram.

Sentra bawang merah di Kabupaten Nganjuk berada di wilayah Sukomoro dan Bagor.@sahinlensa





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty