x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Lingkaran Setan Pilgub Jatim 2013 (bagian I)

Inilah Gerakan Terstruktur dan Masiv KarSa Jilid II

Sabtu, 09 Februari 2013 17:19 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Inilah Gerakan Terstruktur dan Masiv KarSa Jilid II - Lingkaran Setan Pilgub Jatim 2013 (bagian I) - Stuktur Organisasi DPW Pemuda Demokrat Indonesia Bersatu Jawa Timur

(Foto: LICOM)Stuktur Organisasi DPW Pemuda Demokrat Indonesia Bersatu Jawa Timur

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDOENSIA.COM:“Pilgub Jawa Timur 2013 sudah selesai. Dan yang menang Soekarwo”. Seperti itu komentar beberapa pihak yang jeli mengamati pergerakan politik menjelang pemilihan gubernur dan calon wakil gubernur yang bakal dihelat Agustus mendatang.

Pernyataan orang menyebut Pilgub Jatim sudah “selesai” itu bukan tanpa alasan. Sebab, langkah sistematis, terstruktur dan masiv untuk memenangkan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) balakangan begitu kentera. Mudah ditebak. Bahkan, dilakukan semi terang-terangan.

Baca juga: Hary Tanoe ancam lapor polisi setelah dituduh suap Akil Mochtar Rp 5 M dan PWNU kritisi sikap ngotot BerKaH terkait Pilgub Jatim

Cakupan konspirasi politik pemenangan calon gubernur-calon wakil gubernur (cagub-cawagub) incumbent ini luas. Bukan hanya mengintervensi “jerohan” penyelenggara Pilkada (KPU) atau mensekenario pemilihan Ketua Badan Pengwas Pemilu (Banwaslu), namun, gerakan “bawah tanah” KarSa juga merangkul pejabat (PNS) aktif dan tokoh-tokoh partai, termasuk partai yang sejatinya akan mengusung calon selain Soekarwo-Saifullah Yusuf.

“Lingkaran Setan” begitu, para pengamat menyebut gerakan politik KarSa setelah setelah melihat nama-nama yang tercantum di dalam draf susunan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Pemuda Demokrat Indonesia Bersatu (PDIB) Provinsi Jawa Timur. Pemuda Demokrat Indonesia Bersatu ini merupakan salah satu organisasi yang bakal menjadi motor pemenangan KarSa.

Ya, setiap orang pasti terhenyak membaca susunan pengurus PDIB yang di ketuai H Setiadjit, seorang pejabat aktif di lingkungan Pemprov Jatim ini. Sedangkan yang didapuk sebagai Ketua Dewan Pembina adalah Gubernur Jatim Soakarwo, Ketua DPD Golkar Martono, Komisaris Bank Mandiri Muchayat, Sekjen DPP PKN Imam Nahrawi dan Ketua KONI dan DPD REI Jatim Erlangga Satriagung.

Posisi Setiadjit sebagai Ketua DPW PDIB patut dipertanyakan. Sebab, Undang-undang (UU) Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Niomor 8 Tahun 1974 Tentang Pokok-Pokok Kepegawaian pasal (3) dan UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Pasal 79 ayat (1) dan ayat (4) seorang PNS dilarang memberi dukungan atau harus bersikap netral dalam Pemilu termasuk Pilkada.

Sedangkan posisi Martono bisa dikatakan sah-saja bila memang dilihat dari terminologi koalisi. Namun bila mana, organisasi PDIB ini benar merupakan salah satu underbow Partai Demokrat, keberadaan Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur itu sangat tidak etis dan “mengecilkan” martabat partai berlambang Pohon Beringin.

Posisi Martono sama halnya dengan Imam Nahrawi. Beberapa kalangan menyebut, Sekjen DPP PKB itu “jalan sendiri”. Sebab Ketua Dewan Tanfidz Muhaimin Iskandar berkehendak merekomendari Khofifah Indar Parawansa sebagai calon gubernur Jawa Timur. Namun, beberapa pengamat ada yang berpandangan lain, bahwa keberadaan Nahrawi dalam struktur DPW PDIB itu taktik PKB yang ingin bermain “dua kaki”.

Jika penggalangan kekuatan KarSa terstruktur dan masiv seperti ini, Khofifah yang sampai saat ini menjadi lawan berat Soakarwo bisa jadi “maju untuk kalah” ia bila nekat mencalonkan dan berangkat dengan kendaraan PKB.

Diakui, kekuatan KarSa Jilid II saat ini tidak terukur. Hampir seluruh partai yang memiliki kursi di DPRD Jatim sudah merapat, kecuali DPIP dan PKB. Namun, hal ini sedikit pun tidak mengurangi keperkasaan KarSa. Karena dua partai besar itu kini bagai “macan ompong’. Yang satu dilanda konflik tingkat DPD, dan satunya lagi, “ketahuan” akan bermain dua kaki.

Pengamat mengatakan, bila kekuatan politik cagub incumbent seperti ini akan sangat sulit untuk dikalahkan. “Jangankan Khofifah, Megawati pun akan kalah bila ikut maju jadi cagub Jatim. Soekarwo sudah tidak ada lawan,” kata seorang pengamat politik populer asal Surabaya yang meminta namanya tidak dipublis.

Harapan untuk terpilih secara “aklamasi” sudah hampir tercapai. Namun Undang-undang tidak mengatur cara semacam itu. Salah-satu cara pastinya akan ditempuh oleh kelompok KarSa adalah mencari figur untuk di jadikan Calon gubernur dan calon wakil gubernur “dagelan”  untuk dijadikan lawan. Entah diusung partai dagelan juga, atau diberangkatkan lewat jalur independen.

Siapakah mau dijadikan figur dagelan itu? Apakah Ridwan Hisjam yang sudah berpengalaman melakukan hal semacam itu pada Pilgub 2004 dan 2009? atau siapa yang mau?

Pemuda Demokrat Indonesia Bersatu ini disebut-sebut sebagai salah satu underbow Partai Demokrat. Tetapi ada juga kader Demokrat yang membatah bahwa PDIB ini “anak”partai bentukan Susilo Bambang Yudhoyono itu. Ada pula kader partai berlambang Mercy ini yang mengatakan kalau nama-nama dalam truktur itu bentukan KarSa.

Wajar, dalam politik bersilat lidah itu hal biasa. Namun yang pasti, PDIB adalah salah satu motor pemenangan KarSa Jilid II dalam kancah Pilgub Jatim 2013.@ridwan.licom

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty