x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Maraknya Penjualan Bayi ke Luar Negeri

Kantor Imigrasi Kelas 1 Bandung Perketat Penerbitan Paspor Bayi

Selasa, 12 Februari 2013 23:15 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Kantor Imigrasi Kelas 1 Bandung Perketat Penerbitan Paspor Bayi - Maraknya Penjualan Bayi ke Luar Negeri - Terlihat seorang anak kecil yang didampingi orangtuanya saat dilakukan pemotretan di ruang foto Kantor Imigragi Kelas 1 Bandung

(Foto: Caca Lensa)Terlihat seorang anak kecil yang didampingi orangtuanya saat dilakukan pemotretan di ruang foto Kantor Imigragi Kelas 1 Bandung

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Akhir-akhir ini Kantor Imigrasi Kelas 1 Bandung akan perketat penerbitan paspor bayi dan balita. Hal tersebut diakibatkan maraknya tingkat kriminalitas penjualan bayi di Jawa Barat yang di jual ke luar negeri.

Melihat kondisi tersebut, Kanim Bandung sudah sebulan terakhir ini telah melakukan cek ulang data berkas paspor bayi kepada para pemohon.

Baca juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Calo Paspor "Gentayangan" di Dunia Maya dan Warga Madura Dimudahkan Kantor Imigrasi Pamekasan

Kepala Imigrasi Kelas 1 Bandung, Ali Rachman melalui Kasi Lantaskim, Sugito, kepada LICOM mengatakan. Meningkatnya sindikat penjualan bayi dan Balita yang saat ini marak di Jawa Barat, merupakan PR bagi kita semua.

“Karena hal tersebut menyangkut dengan tupoksi dari keimigrasian juga khususnya dalam hal penerbitan buku paspor. Tentunya kita harus waspada dan teliti sekaligus mengawasi terhapap sindikat penjualan bayi tersebut,” Papar Sugito Selasa, (12/2).

Selain itu, tambah Sugito, dirinya juga akan lebih memperketat pengecekan terhadap pembuatan paspor bayi dan balita juga mengharuskan dihadirkannya kedua orang tua bayi saat dilakukan wawancara di kantor Imigrasi.

“Sementara pihak kami akan mengabulkan penerbitan paspor bayi tersebut apabila data anak maupun data kedua orang tuanya dinyatakan asli dan sah menurut hukum. Namun sebaliknya, jika ada data yang ditemukan palsu, maka pihak kami tidak akan menerbitkannya sekaligus melaporkannya ke pihak kepolisian,” tambahnya.

Ditempat terpisat, Kasi Wasdakim Marbun mengatakan, dirinya sudah mengingatkan kepada semua staf untuk lebih waspada dan teliti sekaligus membaca gerak-gerik para pemohon paspor saat pembuatan. “Dan Jika ada anak yang tidak nyaman apalagi menangis yang menimbulkan kecurigaan, maka segera laporkan ke pihak Wasdakim,” papar Marbun.

Dan untuk menjaga keamanan untuk menekan tingkat kriminalitas penjualan bayi, pihaknya siap turun kelapangan untuk meng cross ceck jika ditemukan data-data berkas paspor bayi yang diduga mencurigakan alias palsu.@caca

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty