x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Audiensi Dengan PWI

Kapolres Mojokerto Kota Diajak Nonton Video Kekerasan Anggotanya Terhadap Wartawan

Selasa, 12 Februari 2013 11:16 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Kapolres Mojokerto Kota Diajak Nonton Video Kekerasan Anggotanya Terhadap Wartawan - Audiensi Dengan PWI - Audensi PWI dengan Polres Mojokerto Kota

(Foto: BJ)Audensi PWI dengan Polres Mojokerto Kota

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Menindaklanjuti aksi kekerasan yang dilakukan oleh para oknum polisi kepada wartawan pada hari minggu (09/02/2013) kemarin, Kepolisian Resort (Polres) Kota Mojokerto mengajak sejumlah anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) setempat berdialog.

Pertemuan kedua belah pihak itu terjadi setelah para wartawan mengjukan audensi, Senin (11/02/2013). Audensi tersebut diterima Kapolres Mojokerto Kota AKBP Iwan Kurniawan beserta jajarannya di ruang eksekutif Mapolres.

M Chariris, Koordinasi aksi mengatakan, audensi itu dilakukan untuk menceritakan kronologi aksi kekerasan yang menimpa jurnalis saat melakukan peliputan unjukrasa di Jalan By Pass Kota Mojokerto. “Kapolres juga diajak melihat video aksi kekerasan tersebut,” katanya.

Pasca melihat video, Kapolres Mojokerto Kota mengatakan pihaknya sudah mendengarkan keterangan dari anggotanya dan audiensi tersebut digelar untuk mengetahui keterangan media. “Saya memang ingin mendengar lansung dari media bukan hanya dari anggota saya,” ungkap AKBP Iwan Kurniawan.

Masih kata Kapolres, ia mempunyai kebijakan khususnya di wilayah Mojokerto Kota cukup jelas sehingga tidak ada kebijakan yang melarang kegiatan jurnalistik. Bahkan Kapolres memberikan kebebasan, agar para Kapolsek dan Kasat untuk merilis keberhasilan anggotanya dalam mengungkap kasus.

“Tidak ada yang tidak mendukung kegiatan jurnalistik di wilayah kita. Memang aksi mahasiswa kemarin tidak ada izin dan penanganan unjuk rasapun jelas, selama ini unjuk rasa juga berjalan aman. Dengan kejadian ini menjadi bahan evaluasi bagi saya untuk mengambil tindak lanjut sebagai upaya meluruskan,” tegasnya.

Pasca kekerasan yang dialami wartawan Memorandum, Mujiono saat meliput demo mahasiswa di Jalur By Pass, sedikitnya sebanyak 10 orang anggota Polres Mojokerto Kota diperiksa Propam Polres Mojokerto Kota.

AKBP Iwan Kurniawan membenarkan, jika pihaknya telah memeriksa anggota Polres Mojokerto Kota yang ada di lokasi demo mahasiswa kemarin. “Salah satu langkah yang telah kita lakukan, tadi malam beberapa anggota sudah kita periksa untuk dimintai keterangan,” jelasnya.

Masih kata Kapolres, pihaknya akan mendalami kasus tersebut setelah mendapatkan keterangan maupun bukti dari media. Pihaknya akan menindaklanjuti kasus sebagai pembelajaran ke depan dengan melihat secara adil, fakta di lapangan dan rasa keadilam.

Ia juga meminta agar dipercaya untuk mengusut tuntas kasus tersebut dan meminta tolong media untuk meluruskan persoalan tersebut agar bisa diselesaikan dengan baik.
“Jika anggota salah dalam melakukan penangganan memang ada jalurnya, begitu juga jika ada anggota yang melakukan tindakan baik mempunyai prosedur. Semua harus dilakukan secara transparan dan kerja sama yang kita jalin selama ini agar tidak tercoreng karena kasus ini,” ujarnya.@wind

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty






code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty