x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Pembunuhan Berantai Ponorogo

Sebelum Dikubur di Lantai Kamar Sang Pacar, Suprihatin Ditusuk 30 Kali

Rabu, 13 Februari 2013 11:18 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Sebelum Dikubur di Lantai Kamar Sang Pacar, Suprihatin Ditusuk 30 Kali - Pembunuhan Berantai Ponorogo - Jenazah Suprihatin saat divisum di Ruang Forensik dan Pemulasaran Jenazah RSUD dr Hardjono, Ponorogo

(Foto: ARSO-LICOM)Jenazah Suprihatin saat divisum di Ruang Forensik dan Pemulasaran Jenazah RSUD dr Hardjono, Ponorogo

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Berdasarkan hasil visum di RSUD dr Hardjono, Kepolisian Resort (Polres) Ponorogo menyatakan Suprihatin, tewas dibunuh dengan 30 luka tusukan ditubuhnya.

Dari petugas medis di Ruang Forensik dan Pemulasaran Jenazah juga diperoleh keterangan bahwa kekasih Krisnanda Mega Pratama (26) mahasiwa mahasiswa Tehnik Informatika Universitas Muhamadyah Ponorogo, Jawa Timur itu ditemukan tewas dengan luka tusuk di pingir sungai Keyang, Rabu (06/02/2013) lalu itu juga mengalami kekerasan berupa hantaman benda tumpul dibagian kepala sehingga tengkorak korban pecah.

Petugas forensik merinci, korban yang ditemukan tewas terkubur di dalam lantai kamar tidur almarhum Mega di Desa Karanggebang, Kecamatan Jetis ini mengalami 6 tusukan dikepala, 18 luka tusukan di bagian punggung, 3 luka tusukan di leher kiri dan 3 tusukan lagi di leher bagian kanan.

“Cukup banyak luka tusukan yang ada di tubuh korban dan tulang tengkoraknya pecah akibat hantaman benda keras,” ungkap seorang petugas forensik, Selasa petang (12/02/2013).

Usai dilakukan outopsi jenazah Suprihatin langsung dibawa pulang ke rumah duka yang berada di Desa Tegalombo, Kecamatan Kauman.

Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mencari tahu siapa pelaku pembunuhan sadis ini.

Diberitakan sebelumnya, teka-teki keberadaan Suprihatin yang hilang sejak kekasih Krisnanda Mega Pratama (26) ditemukan tewas dengan luka tusuk di pingir sungai Keyang, Rabu (06/02/2013) lalu.

Jenazah mahasiswi Fakultas Pendidikan Universitas Muhamadyah Ponorogo baru wisuda tahun lalu itu ditemukan terkubur dan ditutup lantai cor di kamar rumah Mega, kekasihnya.

Penemuan jenasah gadis manis ini bermula saat polisi tengah melakukan oleh TKP di rumah almarhum Mega di Desa Karanggebang, Kecamatan Jetis, Selasa (12/02/2013) siang kemarin.

Saat memeriksa ruang kamar Mega, polisi menemukan bercak darah yang menempel di tembok. Dari situlah, polisi akhirnya menaruh curiga. Kemudian semua barang yang ada di kamar tersebut di keluarkan termasuk tempat tidur Mega.

Karena menduga ada sesuatu di balik lantai tersebut, polisi langsung melakukan penggalian. Alhasil ditemukanlah mayat Suprihatin dengan posisi telungkup dan berpakaian masih lengkap.

Diketahui, seminggu sebelumnya, Mega Pratama juga ditemukan tewas dengan luka tusuk di dada kiri. Berdasarkan penyelidikan polisi akhirnya terungkap bahwa Mega tewas dibunuh oleh Eko Budianto (52) yang tak lain adalah ayah kandungnya sendiri. Dalam mengeksekusi korban, Eko dibantu Udin (25) tetangga sebalah rumah.

Kedua pelaku tersebut saat ini telah ditahan di Mapolres Ponorogo.@arso





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty