Tepung dan Pupuk Limbah Ikan Diburu Peternak

LENSAINDONESIA.COM: Limbah ikan yang berbau busuk dan menyengat hidung serta banyak mencemari lingkungan, ternyata ditangan seorang pemuda di Kota Tegal, Jawa Tengah, dapat disulap menjadi tepung dan pupuk yang digunakan sebagai bahan tambahan campuran pangan untuk ternak ayam dan ikan air tawar.

Protein yang banyak terkandung didalamnya sangat berguna bagi pertumbuhan ternak, menjadikankwalitas telur ayam yang baik. Pupuknya pun sangat membantu para petani dalam menggarap sawahnya, sehingga dapat meningkatkan kwalitas produksi panen.

Melihat tingginya tingkat pencemaran limbah dari hasil ikan filet yang sudah sangat melampaui batas dan aroma tak sedap yang ditimbulkannya sangat mengganggu udara dikawasan Kota Tegal, membuat Tarmidi, Warga jalan Jongor, Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, kota Tegal, Jawa Tengah semakin terus memutar otaknya.

Dari hasil kreatifitasnya itu, kini limbah kepala, tulang dan sisik ikan yang biasanya dibuang dan berserakan mengotori sungai dan Pantai di Laut Jawa Tegal, dapat disulapnya menjadi tepung dan pupuk sabagai bahan campuran pakan ternak ayam dan ikan air tawar yang kaya akan protein tinggi.

Dedak (dedek-red), yang banyak digunakan sebagai pakan ayam, jika dicampurkan dengan tepung yang terbuat dari hasil limbah ikan filet ini, ternyata mampu menjaga stamina ternak. Ternak ayam yang biasanya banyak yang mati atau sakit akibat pergantian cuaca.

Namun kini ketika mengkonsumsi pakanan yang terbuat dari hasil limbah ikan yang kaya akan protein ini, mampu menjaga fitalitas ternak dengan sangat baik. Bahkan cangkang telur ayam peternak yang biasanya mudah pecah akibat terguncang, kini menjadi keras dan tentunya tidal mudah pecah lagi.

Selain tepungnya dapat digunakan sebagai pakan ternak, hasil limbah filet tersebut juga dapat digunakan untuk pertanian. Hasil dari penggunaan pupuk tersebut, produktifitas para petanipun dapat berkembang dengan baik. Untuk harga perkilonya mencapai Rp 3000 dan untuk pupuknya Rp 5000 perkilogramnya.

Tarmidi, pengelola limbah ikan mengatakan kepada KLICOM, Selasa (12/2/2013) sekitar 3 tahun yang lalu, limbah ini banyak mencemari lingkungan pantai dan sungai, yang membuat semakin kumuh daerah kawasan pantai pantura itu.

“Bahkan Pemerintah Kota Tegal, sempat di demo oleh ratusan warga dari Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Akibat, para pengusaha ikan membuang limbah yang berbau busuk itu secara sembarangan di sungai,” ujarnya saat ditemui LICOM ditempat usahanya, Selasa (12/2/2013).

Dari hasil kreatifitasnya itu, limbah ikan yang sangat bermasalah dan tidak berguna ini kini banyak dipesan oleh para peternak lokal dan luar kota seperti Banten, Jakarta dan Bandung. Tarmidi mampu memproduksi limbah ikan dalam satu bulannya sebagai tepung dan pupuk hingga mencapai 30 Ton. Tentunya dari hasil limbah ikan tersebut dapat menambah nilai ekonomi keluarganya.

Dirinya berharap agar Pemerintah Kota Tegal, Jawa Tengah, memberikan perhatian khusus terhadap para pengelola limbah filet ikan. “Namun Pemerintah seakan lupa akan jasa para pengelola limbah ikan tersebut yang telah banyak membantu mengatasi masalah pencemaranLimbah di Kota Tegal. Jika tida ada campur tangan dari mereka, mau dibuang kemana limbah yang sangat berbau busuk tersebut?” ucapnya.@Boy Gunawan