x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


3 Hal Penting dalam Pelaksanaan Kurikulum Baru

Mendikbud M. Nuh: Kurikulum Baru Oke

Jumat, 15 Februari 2013 15:47 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Mendikbud M. Nuh: Kurikulum Baru Oke - 3 Hal Penting dalam Pelaksanaan Kurikulum Baru - Mendikbud M. Nuh

(Foto: Endang LICOM)Mendikbud M. Nuh

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh mengatakan, Pemerintah akan memberlakukan kurikulum baru untuk tingkat SD, SMP dan SMA secara bertahap mulai tahun 2013.

“Kalau dari subtansi, kurikullum baru ini okelah, ganteng, cakep. Ini sudah lama dibahas dengan komisi X, sekarang dalam fase persiapan pelaksanaan,” ujar M.Nuh kepada wartawan usai melaporkan perkembangan dan persiapan pelaksanaan kurikulum 2013 kepada pimpinan DPR RI, Jum’at (15/02/2013).

Baca juga: Majukan pendidikan bangsa, Indonesia perlu pemimpin kuat dan Mendikbud ikuti penanganan kasus "kunci jawaban UN" dijual Rp150 ribu

Lebih lanjut M.Nuh menambahkan, ada 3 hal penting dalam pelaksanaan kurikulum baru ini. Yang pertama adalah buku.

“Dengan kurikulum baru ini semua murid akan mendapat buku secara gratis. Guru pun dapat buku pegangan yang berbeda dengan buku murid. Semua murid akan mendapat buku, free gratis. Guru juga dapat, berbeda dengan buku murid,” sambungnya.

Yang kedua, lanjutnya, adalah pelatihan. Pelatihan akan dimulai bulan Maret 2013 dan akan dilakukan secara bertahap dan berjenjang. Kemendikbud akan menyiapkan instruktur nasional yang akan melatih guru-guru inti.

“Kita akan siapkan instruktur nasional, yang nantinya akan melatih guru-guru inti. Guru-guru inti akan melatih guru-guru yang mengajar di
lapangan (kelas),” tambahnya.

Yang ketiga adalah pendampingan. Menurut Nuh, dengan buku dan pelatihan bukan berarti kurikulum baru ini sudah selesai. Ia mengibaratkan buku dan pelatihan seperti tiket masuk kurikulum baru.
“Perlu pendampingan, sehingga jika ada kesulitan, bisa dicari solusinya,” rinci dia.

Untuk tahap awal, jelas Nuh, kurikulum baru ini akan diterapkan bertahap untuk kelas 1 dan 4 SD, kelas 1 SMP dan kelas 1 SMA. Untuk SD akan diterapkan di sebanyak 30 persen SD. Nuh berharap sosialisasi kurikulum baru ini membutuhkan waktu 3 tahun hingga tahun 2016 mendatang.

“Tahap awal kelas 1 dan 4 SD saja, SMP kelas 1 saja, SMA kelas 1. Untuk SD sebanyak 30 persen, tidak semua. Sekitar 44 ribu SD-lah. Lalu
tahun 2014-2015 kelas 1,2, 3,4 dan 5. Tahun 2015-2016 kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6. Jadi ini butuh 3 tahun, tidak sekaligus blek, tapi bertahap,” tutupnya. @endang

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty



Editor: +Ari Purwanto

Hanya orang biasa.…

Facebook Twitter Google+ Index Berita 



code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty