Penipu Berkedok Bantuan Sapi Miliaran Rupiah Digerebek Polisi di Kontrakannya

LENSAINDONESIA.COM: Seorang pelaku penipuan berkedok bantuan sapi di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Sabtu siang (16/2/2013) digerebek polisi dan para korban. Pelaku langsung dibawa ke Mapolres Tegal untuk dimintai keterangannya.

Dari hasil kejahatannya, pelaku meraup keuntungan hingga miliaran rupiah. Korbanya berasal dari sejumlah Kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Modus kejahatan yang dilakukan pelaku yakni menawarkan investasi bantuan sapi kepada sejumlah kelompok ternak sapi dengan syarat membayarkan uang investasi paling sedikit Rp5juta hingga Rp 10juta.

Penggerebekan dilakukan di sebuah rumah yang terletak di Jl. Gaja Mada, Desa Kalisapu Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah yang diketahui dihuni Imam Suprianto alias Gus Im. Saat dilakukan penggerebekan oleh polisi, belasan warga yang menjadi korban penipuan bantuan sapi juga ikut bersama polisi. Untuk menghindari amuk massa, polisi langsung membawa Gus Im ke Mapolres Tegal.

Novi, salah seorang korban penipuan yang telah kehilangan uangnya hingga Rp 1,3 Miliar mengatakan kepada LICOM. “Gus Im telah melakukan penipuan berkedok bantuan sapi. Para korbannya berasal dari sejumlah Kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur, seperti Tegal Brebes, Batang, Semarang, Nganjuk dan Ponorogo. Dari hasil kejahatannya, Gus Im berhasil meraup uang hingga Miliaran rupiah,” ujarnya dengan nada geram.

Modusnya, Gus Im menawarkan Investasi bantuan sapi kepada para kelompok ternak sapi. Para peternak dijanjikan akan mendapatkan bantuan sapi sebanyak 22 ekor, dengan syarat menyetorkan uang investasi sebesar Rp5 juta hingga Rp10 juta. Namun hingga saat ini sapi yang dijanjikan tidak pernah diterima oleh para peternak.

Sementara itu KBO Reskrim Polres Tegal, Iptu Agung mengatakan. Untuk meyakinkan para korbannya, Imam Susprianto membentuk Asosiasi Peternak Sapi Indonesia (APTESI) yang berkantor dirumah kontrakannya. Gus Im diduga telah lebih dari 5 Tahun menjalankan aksi tipu-tipunya. Selama ini para korban tidak berani melapor karena kawatir uang yang telah disetorkannya akan hilang begitu saja.

Selain memeriksa Imam Suprianto, polisi juga menyita sejumlah kwitansi pembayaran serta dokumen perjanjian investasi. Hingga berita ini diunggah, Gus Im masih menjalani pemeriksaan tertutup di ruang Reskrim Polres Tegal. Polisi akan terus mengembangkan kasus ini karena diperkirakan masih banyak korban lainnya.@boy