x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Dijerat Pasal 340 dan 338 KUHP

Pelaku Pembunuhan Berantai di Ponorogo Terancam Hukuman Mati

Rabu, 20 Februari 2013 04:14 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Pelaku Pembunuhan Berantai di Ponorogo Terancam Hukuman Mati - Dijerat Pasal 340 dan 338 KUHP - Tersangka Eko Budianto di ruang tahanan Polres Ponorogo

(Foto: ARSO-LICOM)Tersangka Eko Budianto di ruang tahanan Polres Ponorogo

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Eko Budianto (52) dan Amrul Nasrudin (25) tersangka pembunuh anak kandungnya sendiri, Krisnanda Mega Pratama (26) diancam dengan pasal berlapis pasal 340 dan atau pasal 338 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Artinya, mantan Kepala Desa Karanggebeng, Kecamatan Jetis, Ponorogo, Jawa Timur ini terancam dipenjara seumur hidup atau hukuman mati.

“Kami sengaja menjerat tersangka dengan pasal berlapis, 340 KUHP dan 338 KUHP karena terindikasi kuat melakukan tindak pembunuhan secara terencana. Hukuman maksimal untuk dakwaan primer kasus ini adalah hukuman mati atau penjara seumur hidup,” terang Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Misrun, Selasa (19/02/2013).

Misrun mengatakan, berdasarkan keterangan yang diberikan kedua tersangka, keduanya terbukti merencanakan pembunuhan pada Mega. Dalam keterangannya, Udin mengaku jika ia hanya diajak menghajar seseorang. Dan ia sempat kaget saat mengetahui jika korbannya adalah Mega.  Kata dia, dia baru mengetahui saat detik-detik menjelang eksekusi dilakukan pada 6 Februari 2013 itu.

“Tersangka Udin berperan membantu memegangi kedua kaki korban saat pembunuhan dilakukan,” papar Misrun. ” Setelah korban meningal mayatnya dibuang di Sungai Keyang, ” tambahnya.

Saat ini dua tersangka ditahan secara terpisah. Eko ditahan di ruang tahanan Mapolres Ponorogo, sedangkan Udin ditahan di Polsek Jetis. ”Keduanya dipisah agar tidak terjadi kompromi antartersangka,” jelasnya.

Selain menggunakan KUHP, tersangka Eko juga dijerat dengan pasal 44 ayat 3 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam rumah Tangga. Ancaman pidananya penjara maksimal 15 tahun atau denda maksimal Rp45 juta.

Kasus pembunuhan Mega oleh ayahnya sendiri ini menghebohkan masyarakat. Setelah diselidiki, Mega diduga kuat juga melakukan pembunuhan pada kawannya, Suprihatin, 22 tahun. Motifnya diduga ekonomi.

Di lingkungannya, korban Mega yang dikenal sebagai pemuda yang suka foya-foya, temperamental, dan dililit banyak utang akibat gaya hidupnya. Mega diduga ingin merampas barang milik Suprihatin seperti handphone, laptop dan motor.

Mega lalu membunuh Suprihatin secara sadis pada 28 Januari 2013. Mayatnya ditemukan dikubur dan dicor semen di bawah lantai kamar rumah Mega di Desa Karanggebang, Kecamatan Jetis, 12 Februari 2013.@arso

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty






code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty