x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Ciptaan Virus Mematikan yang Paling Tangguh

Amerika Terlibat Cyber dengan Iran, Rusia dan Cina

Kamis, 21 Februari 2013 16:55 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Amerika Terlibat Cyber dengan Iran, Rusia dan Cina - Ciptaan Virus Mematikan yang Paling Tangguh - Pasukan cyber militer Amerika Serikat

(Foto: istimewa)Pasukan cyber militer Amerika Serikat

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Institusi Cyber dan Sekurity Komputer AS mengungkap bahwa Amerika Serikat sedang meluncurkan perang cyber dan bermusuhan terutama dengan negara-negara seperti Iran, Rusia dan Cina.

Dilansir Dekapfile, Kamis (21/02/2013), Amerika Serikat, Rusia dan Cina saat ini tengah berlomba untuk membangun gudang senjata dunia yang paling tangguh berupa virus komputer, worm, Trojan horse, dan alat-alat lain untuk terlibat dalam perang cyber antara mereka, dan dengan negara-negara kurang maju.

Baca juga: Di Rusia, hitung sementara Jokowi-JK unggul 65%, Prabowo-Hatta 35% dan Meski puasa, warga Indonesia di Rusia berbodong-bondong pilih Capres

Scott Borg, CEO of US Cyber Consequences Unit and an advisor to the US government, mengatakan, AS menganggap, baik Rusia dan Cina dua-duanya merupakan ancaman di dunia cyber, Rusia adalah yang terbaik dalam hal spionase dan operasi militer, sementara Cina fokus mencuri teknologi.

“Rusia secara teknis lebih canggih, sementara Cina hanya mempunyai kelebihan banyak orang yang didedikasikan untuk usaha dengan margin lebar. Mereka tidak inovatif dan tidak kreatif seperti AS dan Rusia. Namun Cina memiliki jumlah personil terbesar, tapi tidak berkualitas,” terang Borg.

Analis itu melanjutkan, AS telah mulai menyerang jaringan komputer di negara-negara lain, dengan menggunakan malwares seperti Stuxnet dan Flame untuk menyerang program energi nuklir Iran.

Borg yang bekerjadi di “US-based Mandiant Internet security” menegaskan. “cyberwarriors” pemerintah AS telah berkolaborasi dengan rezim Israel untuk mengganggu program energi nuklir Iran dengan mencoba menginfeksi jaringan komputer negara itu.

“Beberapa pemerintah Eropa, termasuk Jerman, dilaporkan juga terlibat dalam upaya anti-Iran tersebut.

Sementara itu, khusus Iran, negara itu dinilai sedang mengembangkan kemampuan cyber dengan serius. Bahkan satuan cyber army akan menjelma menjadi kekuatan tangguh dan hebat untuk negara-negara maju yang saat ini telah terbukti negara-negara maju sia-sia dalam menanggulangi serangan cyber army Iran. @dkp/it

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty



Editor: +Rizal Hasan

RIZAL HASAN has been a reporter for more than 12 years, now he as…

Facebook Twitter Google+ Index Berita 



code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty