x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Dugaan Penyelewengan Uang Sekolah

Pagi Didemo Siswa, Siangnya Kasek Dimutasi Jadi Staf Dinas Pendidikan

Senin, 25 Februari 2013 17:15 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Pagi Didemo Siswa, Siangnya Kasek Dimutasi Jadi Staf Dinas Pendidikan - Dugaan Penyelewengan Uang Sekolah - Aksi demo siswa SMAN 3 Pamekasan, Senin (25/02/2013)

(Foto: Arief Purbadi-LICOM)Aksi demo siswa SMAN 3 Pamekasan, Senin (25/02/2013)

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Setelah pagi harinya didemo ratusan siswanya, siangnya, Kepala Sekolah SMAN 3 Pamekasan, Madura Tien Farihah langsung dimutasi menjadi staf Kantor Dinas Pendidikan.

Aksi demo sekaligus gerakan mogok belajar digelar ratusan siswa kelas 10 sampai kelas 12. Siswa menuntut agar sang kepala sekolah dicopot lantaran diduga menyelewengkan uang sekolah.

“Benar. Terhitung hari Senin ini, kepala sekolah tersebut kami tarik menjadi staf di kantor dinas,” kata Kepala Dinas Pendidikan Pamekasan, Ahmad Hidayat, Senin (25/02/2013).

Menurut Hidayat, pihaknya terpaksa menarik Tien Farihah dari jabatannya sebagai kepala sekolah. Penarikan jadi staf itu, menurut Hidayat, dimaksudkan untuk mengembalikan situasi sekolah eks RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional) menjadi kondusif.

“Kami menarik kepala sekolah jadi staf kantor dinas, agar suasana kondusif cepat kembali seperti semula. Apalagi sekarang sudah menjelang ujian akhir anak kelas duabelas. Biar kegiatan belajar mengajar kembali normal, maka untuk sementara sang kepala sekolah kami tarik menjadi staf di kantor dinas. Untuk selanjutnya, pekerjaannya diganti oleh empat orang wakil kepala sekolah,” bebernya.

Hidayat menjelaskan, keputusan itu diambil berdasarkan musyawarah tim Dinas Pendidikan dan Inspektorat serta DPRD Pamekasan setelah adanya demo ratusan siswa yang menuntut mundur Kepala Sekolah itu atas dugaan penyelewengan uang sekolah yang dilakukan oleh Kepala Sekolah SMAN 3 Pamekasan.

Sebelumnya Tim Inspektorat Wilayah Kabupaten Pamekasan telah melakukan investigasi ke sekolah SMAN 3. Hasilnya, tim menemukan kejanggalan terhadap penggunaan uang sekolah dan atas temuan itu sudah dilaporkan kepada Bupati Pamekasan. Keputusan belum dikeluarkan hingga akhirnya terjadi polemik di sekolah tersebut, seperti demo yang dilakukan ratusan siswa SMAN tersebut.

Sementara Tien Farihah menyatakan pasrah atas keputusan atasannya tersebut. “Sebagai pegawai negeri sipil, saya menerima seluruh keputusan atasan. Itu sudah sesuai sumpah jabatan dan sumpah seorang aparat negara,” pungkasnya.@arief





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty