x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



Polda Jatim Tengarai Ada Jaringan Besar

Polisi Bidik Pejabat PT Petrokimia Gresik dalam Kasus Pupuk Oplosan

Selasa, 26 Februari 2013 11:54 WIB (1 year yang lalu)Editor:
Polisi Bidik Pejabat PT Petrokimia Gresik dalam Kasus Pupuk Oplosan - Polda Jatim Tengarai Ada Jaringan Besar - Pupuk jenis NPK Phonska produksi PT Petrokimia Gresik yang diduga dioplos oleh PT NK

(Foto: ist)Pupuk jenis NPK Phonska produksi PT Petrokimia Gresik yang diduga dioplos oleh PT NK

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Penyidik Subdirektorat Sumber Daya Alam dan Lingkungan, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jawa Timur dikabarkan tengah serius membidik pejabat PT Petrokimia Gresik (PG). Hal itu dilakukan polisi setelah memeriksa keterangan Kasi Sarana Produksi Dinas Pertanian (Distan) Jatim, Ali Son’any soal kasus pengoplosan pupuk bersubdisi jenis NPK Phonska produksi PT Petrokimia Gresik (PG) yang dilakukan PT NK di Kawasan Industri Gresik (KIG) dan PT Hanampi Kahuripan Sejahtera di Kawasan Industri Maspion (KIM) Gresik Jawa Timur.

“Benar, kita sudah periksa beberapa orang Distan, tapi sebatas dimintai keterangan saja,” tutur sumber LICOM di lingkungan Mapolda Jatim, Selasa (26/2/2013).

Baca juga: Jalan berkelok Yuswastiningsih menggugat trah dokter Soetomo dan Amankan Pileg dan Pilpres, Polda Jatim dapat anggaran Rp 137 M

Sumber yang tak mau namanya disebut inipun mengatakan, pihaknya juga akan segera melakukan pemeriksaan terhadap beberapa pejabat PT PG untuk mengetahui prosedur pengiriman pupuk bersubsidi ke distributor sampai kios-kios di lintas Kabupaten.

“Untuk siapa saja yang akan kami panggil, kita belum bisa kasih tahu mas. Yang jelas, kita akan periksa orang PG. Polisi ingin tahu bagaimana proses distribusi pupuk bersubsidi itu bisa sampai ke pihak PT NK lalu ke PT Hanampi,” terangnya.

Sedang saat LICOM bertanya sudah adakah orang dari PT Hanampi Kahuripan Sejahtera yang diperiksa? Sang sumber menyebut belum ada pemeriksaan terhadap PT Hanampi Kahuripan Sejahtera. Namun pihaknya memastikan akan segera dilakukan pemeriksaan terhadap perusahaan tersebut.

“Pasti mereka akan diperiksa, sebab mereka kan yang mengedarkan setelah menerima pupuk oplosan dari PT NK. Bisa dibilang oknum PT Hanampi Kahuripan Sejahtera adalah penadahnya. Nah, hal itu dilakukan oleh oknum atau perusahaan, masih kita cari tahu,” tandasnya sembari mewanti agar tak menyebut namanya.

Sementara itu, Kasubbid Penmas Polda Jatim, AKBP Suhartoyo menambahkan, kasus pupuk ini memang menjadi target penyelesaian yang penting oleh pihaknya. Sebab, tidak menutup kemungkinan kasus ini melibatkan jaringan yang sangat besar.

“Kita tidak main-main usut kasus ini. Penyidik hingga saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengumpulkan alat bukti. Jadi sabar dulu, pada saatnya kita akan beberkan untuk umum,” singkatnya.

Sebelumnya diberitakan, Unit I Kehutanan Subdit IV Sumdaling Ditreskrimsus Polda Jatim melakukan penggerebekan di Gresik terkait dugaan pengoplosan pupuk bersubdisi jenis NPK Phonska yang diproduksi PT. Petrokimia Gresik (PG), di sebuah gudang milik PT NK di KIG.

Dalam penggerebekan itu, terungkap jika PT NK melakukan aktivitas pengoplosan NPK Phonska bersubsidi dengan bahan lain dan dimasukkan ke dalam sebuah karung yang sudah dipersiapkan dengan merek Srijoyo lantas dikirim ke PT Hanampi Kahuripan Sejahtera di KIM Gresik.

Dari data yang dihimpun LICOM, lolosnya pupuk bersubsidi ke PT NK ini mengunakan modus pengajuan permintaan pupuk bersubsidi dengan RDKK (Rencana Detail Kebutuhan Kelompok Petani) pupuk ke PG agar keluar harga DO untuk pupuk subsidi sebesar Rp 1.800/kilogram (sesuai SK Mentan).

Namun, setelah pupuk keluar, oleh penyalur tidak dibagikan ke gabungan kelompok tani (Gapoktan) yang mengajukan pembelian, tetapi dijual kembali kepada oknum PG dengan harga jual kembali pupuk subsidi yang ditetapkan sebesar Rp 2.200/kilogram.

Selanjutnya pupuk subsidi itu disalurkan ke PT NK dengan harga Rp 2.800 per kilogram. Di PT NK, pupuk kemudian dioplos dengan campuran lain di pabrik yang hanya berjarak 500 meter dari pabrik PT Petrokimia Gresik. Pupuk produksi PT NK bermerek Srijoyo ini lantas dipasok ke PT Hanampi Kahuripan Sejahtera di Kawasan Industri Maspion dengan harga 3.250 perkilo.

Sebagai catatan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi di PG yang ditetapkan pemerintah terdiri dari jenis urea Rp 1.600 perkilo, ZA Rp 1.400 per kilogram, SP-36 Rp 2.000 per kilogram, Phonska NPK Rp 2.300 perkilo.

Dalam penggerebekan kala itu, tim Polda Jatim mengamankan tiga orang karyawan perusahaan yang berlokasi di KIG blok E-2 Gresik tersebut yaitu Prapto, Iwan dan Yopi serta 5 kg pupuk yang sudah dioplos dari gudang tersebut untuk diteliti dan dijadikan barang bukti. @rakhman_k




code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty