x
 

menu
search icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etcsearch icons, etc

menu


 
  1. Global
  2. Demokrasi
  3. Protonomi
  4. Jatim
  5. Jakarta
  6. Ekonomi
  7. Hiburan
  8. Techno
  9. Sport
  10. Kesehatan
  11. Edukasi
  12. Lensa Perempuan
  13. Kolom LICOM
  14. Kodak
  15. Opini Bebas
  16. Video
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. Google+
  1. Android App
  2. Blackberry App
  1. Disclaimer
  2. Kontak Kami
  3. Tentang Kami


code: 728x90, idcomboard1com is empty



code: 320x50, idcomadsmobileheadcom is empty


Tuntut Pelaksanaan Pilkades Diulang

Ratusan Warga Desa Klampok ‘Geruduk’ Kantor Bupati Brebes

Rabu, 27 Februari 2013 00:11 WIB (2 years yang lalu)Editor:
Ratusan Warga Desa Klampok ‘Geruduk’ Kantor Bupati Brebes - Tuntut Pelaksanaan Pilkades Diulang - Ratusan warga desa gerudug kantor Bupati Brebes

(Foto: Boy Gunawan Lensa)Ratusan warga desa gerudug kantor Bupati Brebes

code: 160x600, idcomsky1com is empty


LENSAINDONESIA.COM: Aksi unjuk rasa menolak hasil Pilkades kembali terjadi. Ratusan warga Desa Klampok, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Selasa siang (26/2/2013) mendatangi Kantor Bupati dan melakukan orasi. Mereka menuntut pelaksanaan Pilkades ulang serta menyeret panitia ke pengadilan, karena diduga melakukan kecurangan.

Warga yang datang berbondong-bondong dari Desa Klampok menggunakan mobil bak terbuka serta sejumlah sepeda motor kemudian langsung mengadakan orasi secara bergantian.

Baca juga: Caleg PKPI Jateng II siap jadi pendamping masyarakat desa dan Mahasiswa dan 9 komplotan "sadis" bersenjata digulung di Jawa Tengah

Mereka tertahan di pintu depan karena pintu pagar telah ditutup sebelumnya oleh petugas kepolisian. “Kami minta bupati keluar,” tutur mereka.

Dalam aksi tersebut warga juga membawa keranda sebagai simbol matinya demokrasi. Selain itu keranda tersebut juga bertuliskan nama panitia dan salah satu calon, Sukwid yang sekarang terpilih menjadi kepala desa.

Sejumlah warga bahkan berpakaian putih-putih seperti orang yang hendak dikuburkan. Menurut salah satu warga , Sutarjo (40) aksi yang dilakukan tersebut merupakan kelanjutan dari aksi sebelumnya di kantor desa beberapa waktu lalu.

Sejumlah kecurangan ditengarai dilakukan panitia untuk memenangkan salah satu calon. “Panitia tidak bekerja secara profesional,” tuturnya.

Panitia juga dinilai tidak tegas dalam bertindak. Banyak surat suara sah yang tercecer dibiarkan begitu saja.

“Ada DPT yang tercecer namun panitia hanya diam saja,” terangnya.

Aksi yang berjalan sekitar satu jam ini sempat membuat arus lalu lintas tersendat. Namun petugas kepolisian beserta satuan pengaman yang lain segera bertindak sehingga tidak terjadi kemacetan.

Setelah puas beorasi kemudian para pendemo segera bergerak menuju gedung DPR untuk menyampaikan aspirasinya kepada anggota dewan. @nakulo

code: 300x250, idcomadsmobilecom is empty





code: 300x250, idcomsensebox1com is empty


code: 300x250, idcomright1com is empty


code: 300x250, idcomright2com is empty



code: 728x90, idcom2com is empty